Bencana Tanah Longsor
Tanah Longsor Terjadi di Pekarangan Warga Desa Nglampin Kecamatan Ngambon
Senin, 30 Januari 2017 17:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Ngambon - Guyuran hujan lebat yang terjadi di wilayah Kecamatan Ngambon pada Minggu (29/01/2017) kemarin malam, mengakibatkan tanah pekarangan milik Koheri (36), warga Desa Nglampin RT 11 RW 04 Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro, longsor.
Beruntung, akibat peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, sedangkan kerugian materiil diperkirakan sebesar Rp 15 juta. Sementara tanah yang longsor atau mengalami pergeseran tersebut sepanjang 15 meter dan lebar 7 meter, serta amblas hingga sedalam kurang lebih 1 meter.

Kapolsek Ngambon AKP Supriyono, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon selular terkait peristiwa longsor tersebut, membenarkan bahwa telah diterima laporan adanya tanah longsor di Desa Nglampin Kecamatan Ngambon.
Setelah menerima laporan, pihaknya bersama-sama Muspika Kecamatan Ngambon pada Senin (30/01/2017) siang segera melakukan peninjauan di lokasi kejadian.
"Muspika bersama perangkat desa setempat segera merencanakan upaya tindak lanjut, guna mengantisipasi timbulnya bencana yang lebih besar," terang Kapolsek.

Secara terpisah, Camat Ngambon Drs Muridan MM, melalui sambungan telepon selular kepada beritabojonegoro.com menjelaskan, dirinya bersama Muspika Ngambon telah melakukan survei ke lokasi kejadian.
Lebih lanjut Muridan menyampaikan, posisi tanah pekarangan milik Koheri (36) berada di lereng bukit. Saat ini upaya awal guna menghindari longsor yang lebih besar telah dilakukan oleh pemilik dan perangkat desa setempat dibantu warga sekitar. Yaitu dengan memberikan patok bambu di sepanjang tanah yang longsor tersebut, namun upaya tersebut hanya bersifat sementara.
.

Upaya pencegahan yang lebih besar harus segera dilakukan mengingat posisi pekarangan milik Koheri (36) tersebut berada di atas, sementara 45 meter di bawahnya terdapat rumah Kastari (40) tetangganya, sehingga jika terjadi longsor lebih besar maka berpotensi menimpa rumah milik Kastari (40) yang berada di bawahnya.
"Setelah ini kami segera berkoordinasi dengan BPBD dan pihak-pihak terkait," terang Drs Muridan.
Adapun material yang dibutuhkan untuk mengantisipasi longsor yang lebih besar antara lain batu dan bronjong serta bambu. (her/inc)












































.md.jpg)






