Siaga Banjir Bengawan Solo!!!
Sabtu Besok Bojonegoro Kota Diprediksi Masuk Status Siaga Kuning
Kamis, 02 Februari 2017 12:30 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro Kota - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (02/02/2017) pagi ini, memberikan peringatan dini terkait kemungkinan naiknya status Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo pada papan duga Taman (TBS) Bojonegoro Kota, yang diprediksi pada Sabtu (04/02/2017) lusa, akan menyentuh status siaga hijau hingga siaga kuning.
Sebagaimana disampaikan Pejabat Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andhik Sujarwo, bahwa sejak Kamis (02/02/2017) pukul 05.00 WIB pagi ini, pada papan duga Jurug - Jawa Tengah, mencatat TMA Bengawan Solo pada posisi siaga merah dan pukul 07.00 WIB, pada papan duga Sekayu - Ponorogo, juga berada pada posisi siaga merah.
“Diperkirakan pada Sabtu lusa, kenaikan tersebut mulai masuk wilayah Bojonegoro.” terang Andhik Sujarwo.
BPBD Bojonegoro memperkirakan, tinggi muka air Bengawan Solo di papan duga TBS Bojonegoro Kota diperkirakan akan mencapai status siaga kuning atau lebih dari 14.00 mdpl. Jika terjadi hujan lokal dengan intensitas tinggi selama dua hari kedepan, diperkirakan dapat menyentuh status siaga merah.
Adapun langkah-langkah dan upaya yang dilakukan saat ini adalah BPBD menghimbau agar para camat segera menginformasikan kepada masyarakat terdampak, terkait kemungkinan kenaikan TMA Bengawan Solo, antara lain dengan mempersiapkan lokasi pengungsian dan dapur komunitas; mendorong kemandirian dan ketangguhan masyarakat serta pememerintah desa, dalam penanganan bencana banjir yang mungkin terjadi; menginventarisir kerusakan sarana dan prasrarana pengendali banjir seperti tanggul, cekdam dan pintu air, serta segera berkoordinasi dengan SKPD terkait yang membidangi.
“Diharap kesiagaan masyarakat disekitar bantaran sungai Bengawan Solo untuk mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan datangnya banjir.” lanjut Andhik.
Adapun wilayah yang paling rentan terhadap dampak luapan sungai Bengawan Solo adalah Kecamatan Bojonegoro, meliputi Kelurahan Ledok Kulon, Ledok Wetan, Klangon, Jetak, Banjarejo, Desa Kauman Mulyoagung, Kalirejo dan Semanding.
Kecamatan Kalitidu, meliputi Desa Mojo; Kecamatan Dander, meliputi Desa Ngablak; Kecamatan Trucuk, meliputi Desa Sranak; Kecamatan Kapas, meliputi Desa Bogo dan Sambiroto; Kecamatan Balen, meliputi Desa Sekaran, Sarirejo, Kedungdowo, Kedungbondo, Mulyoagung, Mulyorejo, Pilanggede, Lengkong dan Prambatan.
Sementara berdasarkan data yang dihimpun dari UPT Pengelola Sumber Daya Air (UPT PSDA) Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, pada Kamis (02/02/2017) hingga pukul 12.00 WIB siang ini, Tinggi Muka Air (TMA) pada papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) Bojonegoro Kota masih dalam status siaga normal atau dibawah siaga, namun terus menunjukkan trend naik.
Berikut ini update status TMA Bengawan Solo, yang diterima BBC (BeritaBojonegoro.com) dari UPT Pengelola Sumber Daya Air (UPT PSDA) Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk tanggal 02 Februari 2017, hingga pukul 12.00 WIB. (*/inc)













































.md.jpg)






