Pagi Ini, Jamaah Muhammadiyah Salat Ied di Jalan Teuku Umar
Rabu, 23 September 2015 07:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Pelaksanaan salat Ied 1436 H oleh jamaah Muhammadiyah telah usai digelar, Rabu (23/8), pagi tadi. Pelaksanaan salat digelar di sepanjang Jalan Teuku Umar, depan Masjid At-Taqwa Bojonegoro.
Sebagaimana telah diputuskan dan disiarkan secara luas oleh PD Muhammadiyah Bojonegoro, bahwa Hari Raya Idul Adha 1436 H jatuh pada Rabu, 23 September 2015. Hari ini, terlihat ribuan jamaah dan partisipan memadati halaman Masjid At-Taqwa dan sepanjang Jalan Teuku Umar.
Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1436 H ini memang jatuh berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaan dengan pemerintah Indonesia dan pelaksanaan haji di Arab ini terjadi karena Muhammadiyah melakukan penghitungan dengan metode hisab murni.
Sejak pukul 05.30 WIB, ribuan jamaah Muhammadiyah dan partisipan dengan khidmat mengikuti salat Ied dengan imam salat, Drs. Samsul Huda, S.Pd, dan mendengarkan kutbah yang disampaikan oleh katib, Ustad H. Najib Ichsan dari Sidoarjo.
Ustad Najib Ichsan, dalam kutbahnya menyampaikan bahwa prinsip takwa adalah menyerahkan diri kepada Allah. Penyerahan diri kepada Allah tidak boleh karena dipaksa oleh hukum Allah, akan tetapi, penyerahan diri kepada Allah harus karena ketakwaan kepada Allah.
Masih kutipan kutbah Ustad Najib, suatu hari, manusia akan diuji ketakwaan dan kedekatannya kepada Allah melalui kerelaan umat Islam untuk berbagi kepada sesama yaitu berkurban. Berkurban adalah kesediaan manusia untuk memaknai ketakwaan kepada Allah SWT.
Katib menjelaskan bahwa kesukaan manusia pada harta benda tidak bisa dihindari. Hal tersebut diperbolehkan, namun tidak boleh berlebihan. Karena harta benda harus dimaknai secara ukhrowi, bukan sekedar duniawi. "Barang siapa mencintai urusan dunia melebihi cintanya kepada Allah, maka tunggulah waktu akan datang kerusakan daripadanya," kata Ustad Najib mencuplik salah satu hadist.
Menutup pelaksanaan salat Ied pada pagi ini, hingga sekitar pukul 07.00 WIB, jamaah membubarkan diri dengan aman dan tertib. Ini merupakan bukti bahwa pemerintah mampu memberikan keamanan dalam perbedaan pelaksanaan sholat Ied yang dilaksanakan berbeda dari ketetapan pemerintah sendiri. (lyn/kik)































.md.jpg)






