Pemkab Segera Upayakan Perbaikan Tanggul Longsor di Kanor
Sabtu, 29 April 2017 14:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro Kota - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), akan segera memerbaiki tanggul penahan Bengawan Solo di Dusun Pinggiran Desa Kanor Kecamatan Kanor yang diketahui longsor, pada Jumat (28/04/2017) kemarin.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tanggul penahan sungai di Dusun Pinggiran tersebut mengalami longsor kurang lebih sepanjang 25 meter dan lebar 2 meter serta kedalaman 1,5 meter. Jika longsoran tersebut tidak segera diatasi, tidak tertutup kemungkinan tanggul tersebut akan mengalami longsor yang lebih parah lagi.
Sebelumnya, pada awal Februari lalu, di lokasi yang sama, yang berjarak kurang lebih 25 meter dari tanggul yang lonsor kali ini, juga pernah mengalami longsor sepanjang lebih dari 10 meter. Namun saat itu telah dilakukan perbaikan.
Baca juga: Tanggul Penahan Bengawan Solo di Kanor, Kembali Alami Longsor
Baca: Tanggul Penahan Bengawan Solo di Kecamatan Kanor Alami Longsir
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Andik Sujarwo, ketika dikonfirmasi media ini pada Jumat (28/04/2017) malam menerangkan, bahwa setelah menerima laporan pada pagi hari tadi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
“Untuk penanganan darurat sementara, masih menunggu rekomendasi teknis dari BBWS Bengawan Solo,” ungkap Andik.
Saat ini, Lanjut Andik, penanganannya masih diplanning oleh pihak BBWS Bengawan Solo.
“Nantinya penanganannya apakah perlu penebalan atau cukup penanganan darurat, melindungi tanggul dengan terpal,” imbuh Andik.
Kapan rencana perbaikan tersebut akan dilaksanakan, pihaknya masih belum dapat memastikan. BPBD masih menunggu rekomendasi teknis yang sedang disusun oleh BBWS.
“Secepatnya akan dilakukan perbaikan, setelah rekomteknya ada,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, bahwa tanggul yang longsor tersebut lokasinya berada di dekat tikungan Bengawan Solo, sehingga rentan terhadap gerusan air. Selain itu, di sekitar lokasi tersebut, juga ada aktivitas penambangan pasir manual dari masyarakat Kecamatan Kanor dan Kecamatan Rengel. Dikhawatirkan, jika sewaktu-waktu terjadi curah hujan yang cukup deras, tanggul tersebut dapat jebol. Tanggul tersebut relatif baru dibangun yang kepadatan tanahnya masih belum stabil. (her/inc)












































.md.jpg)






