Air di waduk Pacal kian menipis
Jumat, 07 Agustus 2015 10:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh: Khoirul Anam
Temayang - Waduk Pacal yang ada di Desa Kedung Sumber Kecamatan Temayang sudah tidak bisa mengairi persawahan yang ada di desa-desa karena volume air di Waduk Pacal tersisa 700 kubik. Persediaan itu hanya bisa dipakai untuk perawatan waduk.
Waduk Pacal yang berada di selatan Bojonegoro ini dibangun pada masa Belanda. Umur waduk yang sudah tua ini menyebabkan beberapa bagian waduk mengalami kerusakan. Selain itu, terjadi pendangkalan parah di dasar waduk.
"Sudah dari kemarin air di waduk sudah tidak bisa mengairi persawahan petani. Di sini kebanyakan menanam tembakau karena air di waduk hanya untuk perawatan waduk saja" ujar Fatoni, petani di sekitar Waduk Pacal.
Pria 30 tahun ini menambahkan persedian air habis dan hanya bisa dibuat persedian air bersih saja untuk masyarakat sekitar. Selain itu, petani juga mengeluh dengan kekeringan saat ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, mengatakan, persediaan air di sejumlah waduk dan embung di Kabupaten Bojonegoro memang banyak berkurang selama musim kemarau ini. Akan tetapi, kata dia, masih banyak embung yang tersedia airnya untuk keperluan pengairan persawahan.
"Maka dari itu saya menghibau pada masyarakat untuk merawat embung karena musim kemarau tahun ini di perkirakan sampai akhir bulan oktober" ujar Edi Susanto saat diwawancarai Britabojonegoro.com.(Nam/Kik)






































