Stok Beras Menipis, Satgas Beras Lakukan Koordinasi Dengan Bulog
Kamis, 24 Agustus 2017 17:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Satgas Beras Polres Bojonegoro bersama Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Pedagang Beras Indonesia (Perpadi) serta pengusaha pengepul beras yang ada di Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (21/08/2017) sekira pukul 13.00 WIB lalu, lakukan koordinasi dengan Bulog Sub Divre V Bojonegoro, sehubungan stok beras yang ada ditingkat penggilingan dan pengepul, di wilayah Bojonegoro sudah menipis.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi pada Kamis (24/08/2017) pagi tadi, bahwa stok beras yang ada ditingkat penggilingan dan pengepul, saat ini telah menipis, sehingga harga beras yang sesuai spesifikasi dari bulog ditingkat penggilingan padi dan pengepul mulai mahal dengan harga 8.100 per kilogram, padahal harga tersebut belum termasuk biaya operasional.
"Sedangkan Bulog mematok harga beras 8.030 per kilogram, sehingga para pengepul dan penggilingan padi takut rugi apabila setor ke Bulog," terang Kapolres.

Masih dalam keterangannya, Kapolres juga menyampaikan bahwa sampai saat ini, Bulog Sub Divre V Bojonegoro masih memiliki stok beras sejumlah 9,1 ribu ton namun sejak diberlakukan HPP terbaru sebesar Rp 8.030 per kilogram, sampai sekarang ini Bulog Bojonegoro belum lakukan penyerapan beras.
"Ada beberapa penggilingan padi dan mitra kerja Bulog yang mengirimkan beras, namun ditolak karena tidak sesuai spesifikasinya," imbuh Kapolres.
Dari beberapa permasalahan tersebut, Satgas Beras akan terus melakukan koordinasi dengan Bulog untuk terus mendorong memenuhi stok beras sesuai target serta melakukan pengecekan dimasing-masing gudang beras dan tengkulak guna mendukung Bulog dalam memenuhi target stok beras di Kabupaten Bojonegoro. "Kami akan terus berkoordinasi megatasi permasalahan ini," pungkas Kapolres. (inc/imm)












































.md.jpg)






