Wakil Bupati Buka Gebyar Bojonegoro Expo dan Layanan Publik 2017
Minggu, 10 September 2017 07:00 WIBOleh Imam Nurcahyo *)
*Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Gebyar Bojonegoro Expo dan Layanan Publik 2017, yang digelar di Halaman Stadion Letjend H Soedirman Bojonegoro, pada Sabtu (09/09/2017) malam tadi, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Drs H Setyo Hartono MM. Rencananya Gebyar Expo dan Layana Publik tersebut digelar mulai tanggal 9 hingga 24 September 2017, yang ditujukan untuk memberikan fasilitas kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro maupun luar daerah untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas.
Hadir dalam acara pembukaan tersebut, perwakilan Forpimda Kabupaten Bojonegoro, jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Bojonegoro, Staf Ahli, Asisten I, II dan III serta beberapa Kepala OPD terkait.

Mifathul Ullum, direktur PT. Citra Pamerindo Abadi selaku rekanan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang sekaligus sebagai penyelenggara Gebyar Bojonegoro Expo dan Layanan Publik 2017, dalam laporannya menyampaikan bahwa dengan konsep wisata belanja yang disinergikan dalam bentuk pameran produk unggulan serta apresiasi seni, hiburan masyarakat, diharapkan akan menjadi titik temu antara demand dan supply.
“Semoga dengan pameran ini dapat meningkatkan produktivitas, perekonomian serta industri di Kabupaten Bojonegoro, yang mempunyai daya saing di tingkat regional maupun nasional,” tutur Mifathul Ullum.
Sementara, dalam kesempatan itu pula, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Basuki menyampaikan bahwa Gebyar Expo dan Layana Publik 2017 ini rencananya akan digelar mulai tanggal 9 hingga 24 September 2014, yang bertujuan untuk memberikan fasilitas kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah di Kabupaten Bojonegoro maupun luar daerah untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas.
“Diharapkan UMKM dapat tumbuh dan berkembang, sehingga dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bojonegoro.” tutur Basuki.
Lebih lanjut Basuki juga menerangkan bahwa jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 332 peserta, terdiri dari 120 UMKM, 12 SKPD dan sekitar 200 peserta lainnya.
“Expo ini sebagai wahana SKPD termasuk BUMN dan BUMD, untuk lebih mendekatkan layanan publik kepada masyarakat,” terang Basuki.
Selanjutnya Basuki mengatakan bahwa omzet kegiatan expo pada tahun lalu, selama 17 hari mencapai kurang lebih 2,3 milliar. “Diharapkan pada tahun ini omzetnya dapat melebihi expo pada tahun lalu.” harapnya.

Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono, dalam sambutannya mengatakan bahwa event ini sebagai ajang promosi dan dapat mengakomodir produk-produk yang beberapa tahun yang lalu belum dapat di orbitkan, sehingga bisa mendapatkan tanggapan, penilaian market yang mana perlu diperbaiki, sehingga expo ini dapat memunculkan orang-orang Bojonegoro yang mempunyai bakat dan inovasi dalam membuat produk-produk unggulan yang bisa dijual. “Karena kalau tidak ada inovasi dan keahlian kan begini-gini aja jadinya.” tutur Wakil Bupati.
Selanjutnya Setyo Hartono mengharapkan dalam event seperti ini dapat diselipkan orang-orang lokal yang dapat menampilkan produknya sehingga produknya mendapatkan koreksi, membawa daya tarik dan yang melihat mau membelinya.
“Mudah-mudahan expo tahun ini mendapatkan respon yang positif, sehingga semakin baik dan semakin memunculkan produk-produk lokal yang dapat meningkatkan pendapatan,” imbuh Setyo Hartono.
Masih dalam sambutannya, Setyo Hartono juga mengingatkan bahwa manakala produk-produk tersebut kurang mendapatkan masukan atau pendapatan, menjadi tugas pemerintah untuk melakukan sinergitas, pembinaan berkelanjutan dan saling memberi koreksi.
“Produk-produk yang dipamerkan ini dapat berkelanjutan, bukan hanya pada event ini saja,” ungkap Setyo Hartono diakhir sambutannya. (red/imm)












































.md.jpg)






