Festival Bengawan Bojonegoro 2017
Dua Insiden Warnai Pelaksanaan Parade Perahu Hias Jadi Bahan Evaluasi Panitia
Minggu, 24 September 2017 20:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota – Parade Perahu Hias pada Festival Bengawan Bojonegoro tahun 2017, Minggu (24/09/2017), kali ini diwarnai dua insiden yang menjadi catatan evaluasi serius panitia. Dua insiden itu yakni adanya beberapa perahu peserta yang menabrak batu di garis start saat pemberangkatan dan insiden terceburnya salah seorang penumpang. Penumpang tersebut tidak menggunakan pelampung dan untungnya bisa selamat meskipun cukup lama terombang-ambing di air.
Baca Satu Penumpang Perahu Hias Tercebur Saat Baru Berangkat
Hal itu dibenarkan oleh panitia bagian teknis Budianto, saat dikonfirmasi beritabojonegoro.com (BBC) di garis finish di Taman Bengawan Solo (TBS). Kata dia, panitia pelaksana memang sudah memberikan imbauan dan bekal kepada para peserta tentang pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan jauh-jauh hari.
Namun, praktik di lapangan menurutnya masih banyak peserta yang kurang memerhatikan imbauan panitia. "Dalam teknikal meeting (TM) sudah kita sampaikan, tapi ya masih banyak yang tidak menyediakan pelampung," kata Pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro tersebut.
Imbauan panitia tersebut dinilai penting, mengingat para penumpang perahu hias peserta parade, yang terdiri dari orang dewasa dan juga remaja, tentu tidak semua bisa berenang dan akrab dengan Bengawan Solo.
Insiden-insiden yang belum lama terjadi di Bengawan Solo menjadi catatan panitia, bahkan sehari sebelum pelaksanaan ada satu remaja di Padangan yang tewas tenggelam di Bengawan Solo. Sebelumnya juga ada insiden tewasnya seorang santri saat Hari Raya Idul Adha beberapa waktu lalu di Bengawan Solo turut wilayah Dander.
Baca juga: Seorang Remaja Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Insiden perahu menabrak batu saat pemberangkatan tadi bahkan terjadi tiga kali. Bebatuan dari dasar Bengawan Solo di sekitar area pemberangkatan cukup dangkal jaraknya ke permukaan, sehingga perlu jadi atensi bagi peserta agar hati-hati. Satu dari tiga perahu yang menabrak batu tadi mengalami benturan cukup keras sehingga mengakibatkan satu orang di perahu terlontar keluar dan jatuh di air.
Budianto menyampaikan akan menjadikan insiden tersebut sebagai bahan evaluasi dari panitia untuk perbaikan kedepannya. "Ya itu sebagai masukan kita jadikan bahan evaluasi," ujarnya.
Kepala BPBD kabupaten Bojonegoro Andik Sujarwo menanggapi cukup singkat terkait masih kurangnya kesadaran para peserta tentang faktor keselamatan untuk menyediakan pelampung pada setiap perahu. "Mohon maaf," ucapnya.
Meski demikian, ada juga peserta yang cukup antusias dengan meminjam pelampung ke BPBD untuk perlombaan. Itu bisa jadi contoh untuk peserta yang lainnya ke depan.
Tim SAR BPBD Bojonegoro menerjunkan 15 personil dengan 3 perahu karet yang disiagakan sepanjang jalur perlombaan. (pin/moha)












































.md.jpg)






