Warga Keluhkan Pemberlakuan Jalur Satu Arah
Senin, 10 Agustus 2015 22:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh : Mujamil E. Wahyudi
Bojonegoro - Sosialisasi pemberlakuan jalan satu arah untuk mengurai kemacetan lalu-lintas di dalam Kota Bojonegoro, tidak serta merta mendapat respon positif dari seluruh pengguna jalan. Seperti warga di Jalan Rajawali, tepatnya Gang Rawi II justru merespon sebaliknya.
Wiji (51) salah seorang warga Gang Rawi II mengatakan : “Untuk warga Gang Rawi II yang biasa ke pasar mereka harus puter arah, yang semula bisa di tempuh dengan waktu yang singkat kini waktu di tempuh agak lama,” ujar pria berkulit sawo-matang itu.
Wiji melanjutkan, kalau sosialisasi pemberlakuan jalan satu arah ini diberlakukan 24 jam, maka akses jalan warga untuk ke pasar memerlukan waktu yang lama dan itu bisa berdampak pada perekonomian warga.
“Apabila sosialisasi ini nantinya menimbulkan keresahan warga, maka akan diadukan kepada pihak-pihak yang terkait, bisa-bisa warga akan berdemonstrasi,” pungkasnya.
Sementara menurut Anton (35), Pedagang nasi goreng yang berada di jalan Rajawali Barat mengatakan; pihaknya merasa dirugikan terkait pemberlakuan tersebut. Pasalnya pelanggannya yang dari Jalan Imam Bonjol (barat) tidak boleh melintasi Jalan Rajawali, sehingga mereka tidak jadi beli.
Ia menambahkan, seharusnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, dalam sosialisasi pemberlakuan jalan satu arah tersebut tidak memberlakukan 24 jam, namun pada jam-jam tertentu, supaya tidak ada yang dirugikan. [Yud/inc]






































