Penderita HIV/AIDS di Bojonegoro
Tiap Bulan, Ada 2 Penderita AIDS Meninggal Dunia
Sabtu, 12 Desember 2015 14:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Tingkat kematian penderita HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome) di Kabupaten Bojonegoro masih tergolong tinggi. Pada 2015, sejak Januari hingga pertengahan Desember, tercatat penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia sebanyak 18 orang. Artinya, rata-rata setiap bulan selama tahun ini ada 1-2 penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia.
Seperti diketahui, selama tahun 2015, menurut catatan Dinas Kesehatan setempat, terdata penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 145 orang. Dari jumlah itu, 143 orang sudah positif terkena AIDS, dan sisanya baru virus HIV.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro dr Whenny Diah, mengatakan, tahun ini total penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia sebanyak 18 penderita. Menurutnya, angka kematian itu tergolong tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di Bojonegoro.
"Untuk mencegah angka kematian bertambah, pihaknya telah menurunkan para dokter koordinator Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) di berbagai wilayah untuk mendeteksi sedini mungkin kemungkinan pengidap HIV/AIDS segera mendapatkan pengobatan secara intensif," ujarnya kepada beritabojonegoro.com, beberapa waktu lalu.
Selain itu, terkait kematian penderita HIV/AIDS, dalam hal ini penanganan jenazah, pihak Dinas Kesehatan juga melibatkan para modin desa. Karena itu, beberapa waktu lalu, mereka sudah dibekali pengetahuan tentang HIV/AIDS dan dilatih bagaimana menangani jenazah penderita HIV/AIDS, mulai dari memandikan, mengangkat, mengafani, menguburkannya, hingga tindakan pasca penguburan.
"Dinkes telah melatih 175 modin desa, agar mereka paham bagaimana cara menangani jenazah penderita HIV/AIDS yang benar dan aman," jelasnya.
(baca juga berita: Modin Desa Tak Perlu Takut Menangani Jenazah ODHA)
Sebenarnya masyarakat umum juga bisa ikut dalam pelatihan pemandian jenazah penderita HIV/AIDS, sehingga masyarakat tidak perlu takut akan menular. (mol/tap)
*) Ilustrasi dari tribunnews.com

































.md.jpg)






