Transportasi dan Jalan di Bojonegoro (bagian 2)
Bisnis Transportasi Umum di Bojonegoro Juga Lesu
Selasa, 15 Desember 2015 12:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Bisnis jasa transportasi luar kota pun tidak jauh berbeda dengan angkutan kota Bojonegoro. Dari semua trayek yang ada di Bojonegoro, beberapa di antaranya sudah tidak beroperasi.
Berdasarkan data yang diperoleh beritabojonegoro.com, ada 32 trayek bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Jumlah ini mencakup pula bus ekonomi dan non ekonomi.
Dari 32 trayek bus AKDP dan AKAP ada tiga trayek yang sudah tidak beroperasi, yakni trayek jurusan Bojonegoro-Jember, Bojonegoro-Blitar, Bojonegoro-Kediri. Jumlah armadanya, untuk jurusan Bojonegoro-Jember 1 bus, Bojonegoro-Blitar 4 bus, dan Bojonegoro-Kediri 4 bus.
Masih menurut data, jumlah keseluruhan armada bus ekonomi sesuai trayek yang ada di Bojonegoro sebanyak 306 bus. Rinciannya, untuk bus AKDP 247 unit dan bus AKAP 59 unit. Sedangkan untuk non-ekonomi jumlah armada bus 46 unit dan semuanya merupakan bus AKAP.
Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Sentot Sugeng Waluyo, dari jumlah keseluruhan armada bus, saat ini hanya tinggal 50 persen saja yang beroperasi. "Misalnya, untuk jurusan Bojonegoro-Surabaya, sekarang setiap harinya hanya tinggal 60 bus yang beroperasi. Kemungkinan hal ini sengaja dilakukan perusahaan otobus untuk mengurangi kerugian akibat menurunnya penumpang,” ujarnya.
Sentot juga menandaskan, sekarang ini bila satu bus jurusan Surabaya membawa 10 penumpang keluar dari Terminal Rajekwesi, itu sudah bisa dikatakan bagus.
Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro Iskandar juga membenarkan kondisi lesunya bisnis transportasi, khususnya bus antar kota, akibat sepinya penumpang. Dia mengatakan, memang perubahan zaman tidak bisa dibendung. Sekarang ini kepemilikan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil terus meninggi.
Apalagi, imbuhnya, saat ini beberapa bus memang sudah waktunya untuk diremajakan. "Pada tahun depan, Dishub akan melakukan peninjauan ulang terkait trayek dan peremajaan armada bus,” tandasnya. (ver/kik)
*) Ilustrasi www.poskotanews.com































.md.jpg)






