Hari Bela Negara
Wabup: Bela Negara itu Bukan Latihan Perang
Kamis, 17 Desember 2015 19:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Wakil Bupati Bojonegoro menyatakan masyarakat jangan salah paham terhadap program bela negara. Konsep bela negara bukan berarti dilatih menggunakan senjata atau memanggul senjata.
Bela negara yang dimaksud adalah sebagai upaya berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. Baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan rakyat.
"Jangan ada konotasi bela negara itu menyandang senjata atau berperang. Seyogyanya masyarakat tidak langsung menelan mentah-mentah isu yang beredar. Karena tidak mungkin sipil atau masyarakat akan diberi kewajiban menyandang senjata," tandas Wakil Bupati Drs H Setyo Hartono MM dalam pengarahannya saat upacara peringatan Hari Bela Negara ke-67 di halaman Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro, Kamis (17/12).
Wabup menyebutkan, konsep bela negara yang dijalankan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan belakangan ini adalah berkarya sesuai profesi dan bidang tugas masing-masing.
"Kita harus cerdas menyikapi bahwa bela negara adalah memberikan sumbangsih sesuai dengan karya dan keahlian yang diberikan untuk negara kita. Contohnya, petani ya bertani dengan baik, atau aparatur pemerintah ya harus melayani dengan baik sesuai bidang tugasnya," jelasnya.
Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara seutuhnya. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara.
Unsur dasar bela negara, yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, dan memiliki kemampuan awal bela negara. (ver/tap)
*) Foto upacara hari bela negara di pemkab bojonegoro





































