Pemkab Bojonegoro Terima DIPA APBN 2016 Rp 468 Miliar
Rabu, 23 Desember 2015 17:00 WIBOleh Mulyatno
Oleh Mulyatno
Kota-Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menerima DIPA (Daftar Isian Penerimaan Anggaran) APBN untuk tahun 2016 sebesar Rp 468 miliar di aula Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jl. Untung Suropati No.63, pagi hari tadi, Rabu (23/12).
Kepala KPPN Bojonegoro Drs. Bustomi mengatakan, DIPA tahun 2016 yang disalurkan oleh KPPN Bojonegoro mencapai Rp 1 Triliun untuk dua wilayah, yaitu Bojonegoro dan Lamongan. Untuk Bojonegoro sendiri sebesar Rp 468 miliar sementara Lamongan Rp 565 miliar.
“Yang Bojonegoro, rinciannya untuk belanja pegawai sebesar Rp 264 miliar, belanja barang Rp183 miliar, dan belanja modal mencapai Rp12 miliar,” kata Bustomi sebagaimana yang disampaikan dalam siaran pers Humas Pemkab Bojonegoro hari ini.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Suyoto, menyampaikan apresiasinya kepada Garda Pendapatan, terutama sektor pajak yang telah berusaha keras memenuhi target penerimaan sektor ini, juga kepada wajib pajak yang telah membayar pajak tepat waktu dan tepat bayar.
Bupati Suyoto juga mengingatkan agar para bendahara tertib waktu untuk membayar pajak.
“Dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di akhir tahun 2015 ini, maka kita harus benar-benar mempersiapkan diri. Karena dengan adanya MEA, maka semua bebas untuk melakukan transaksi perdagangan maupun bekerja di wilayah negara lain,” kata Bupati Suyoto.
Dicontohkan oleh Bupati Suyoto, saat ini sudah banyak tenaga skill perminyakan dari India yang kemampuan dan kerja keras mereka sangat luar biasa, namun mereka rela dibayar lebih rendah. “Melihat fenomena ini kita harus benar-benar waspada dan mempersiapkan diri jika tidak mampu maka kita akan tersisih dan terpuruk,” pungkas Bupati.(mol/moha)





































