Dandim Bojonegoro Ingatkan Bahaya Perang Kebudayaan
Sabtu, 15 Agustus 2015 14:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Bojonegoro – Dandim Bojonegoro mengadakan kegiatan seminar kebangsaan di gedung Serba Guna, Kota Bojonegoro, Sabtu (15/08). Dalam seminar itu, Komandan Kodim Bojonegoro, Letkol Kav Donova Pri Pamungkas, menekankan perlunya mewaspadai ancaman perang kebudayaan atau disebut proxy war.
Menurut Letkol Donova Pri Pamungkas, proxy war itu merupakan ancaman-ancaman yang bisa merusak sendi budaya bangsa. Selain itu, pengaruh negatif dari luar yang bisa merusak kebudayaan luhur bangsa Indonesia.
Di hadapan peserta seminar yang dihadiri oleh mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat, dan perguruan silat itu, Donova meningatkan agar masyarakat selalu waspada dan mawas diri terlebih saat begitu banyak informasi yang terkadang tidak diketahui sumbernya dan bisa menghasut.
Dandim juga menegaskan bahwa tanggung jawab untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia bukan hanya berada di tangan TNI dan polisi belaka melainkan juga seluruh masyarakat.
Selain itu, Dandim juga mengingatkan bahwa ancaman perang kebudayaan dapat berdampak pada rendahnya kesadaran bela negara dan menurunnya rasa cinta tanah air. “Ancaman perang budaya itu dapat masuk menyusup melalui media informasi dan kecanggihan teknologi,” ujarnya.
Apalagi, kata dia, saat ini pengaruh kebudayaan barat bisa merusak kepribadian bangsa terutama generasi muda. Untuk itu, kata dia, rakyat Bojonegoro harus terus bersatu membangun bangsa dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. (mol/kik)






































