Kang Yoto : Sudah Saatnya Siap Hadapi Persaingan Global
Sabtu, 15 Agustus 2015 15:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengatakan, proxy war atau perang kebudayaan merupakan perang yang tidak langsung berhadap-hadapan melainkan perang terselubung. Sebab, perang ini lebih cenderung perang penguasaan pengaruh dan dominasi ekonomi di tataran dunia global.
Hal itu disampaikan oleh Suyoto saat menjadi pembicara dalam seminar kebangsaan yang diadakan di Kodim 0813 Bojonegoro yang diadakan di gedung Serba Guna, Kota Bojonegoro, Sabtu (15/08).
Seminar ini diikuti oleh sekitar 600 peserta terdiri dari aparat kepolisian, pelajar, mahasiswa, dan anggota TNI. Selain Bupati Bojonegoro, Suyoto, hadir juga Ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin, dan Profesor Dr. Sam Abede Pareno.
Menurut Suyoto, persaingan dalam kancah dunia global saat ini sangat ketat. Negara maju ingin menguasai sumber daya alam di negara berkembang. “Di sisi lain, negara kita terus mengekspor kayu mentah, minyak mentah, batubara mentah, pasir mentah ke luar negeri. Tapi saat kembali ke sini harganya menjadi berlipat ganda. Akhirnya negara menjadi defisit,” ujarnya.
Sementara itu Profesor DR Sam Abede Pareno menjelaskan bahwa sebagai pemuda penerus harus membangkitkan semangat proklamasi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). "Meniru pejuang kita juga penting tapi bukan bentuk perlawanan dan kekerasan," ujarnya.
Sam Abede melanjutkan, generasi muda harus dijaga, generasi muda adalah penerus bangsa kalau generasi muda kena narkoba maka bangsa ini akan lumpuh. (mol/moha)






































