Wacana Transportasi Massal Belum Saatnya
Sabtu, 15 Agustus 2015 16:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh: Nasruli Chusna
Kota - Sejak semingguan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro menerapkan jalur searah di beberapa ruas jalan di Bojonegoro. Seperti di Jl. Kartini, Jl. Rajawali, Jl. Panglima Polim dan Jl. Hasyim Asy'ari. Tanggapan masyarakat pun beragam. Ada yang setuju, ada juga yang mengeluhkannya.
Penolakan paling menonjol muncul dari masyarakat di sekitar Jl. Hasyim Asy'ari dan Jl Rajawali. Seperti diungkapkan beberapa warga saat dialog publik, Jum'at (14/8/2015) lalu. Terutama dari kalangan pedagang kuliner area tersebut.
Seorang warga bahkan mempertanyakan apakah Bojonegoro sudah saatnya memiliki kendaraan transportasi massal. Menanggapi hal itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengatakan perihal transportasi, masyarakat Bojonegoro tergolong unik.
"Uniknya begini, masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, tetapi kendaraan umumnya kosong," ujar pria yang akrab disapa Kang Yoto itu.
Dia menambahkan kegiatan-kegiatan di Kabupaten Bojonegoro memang tidak didesain untuk berpusat di satu tempat. Melainkan dibangun ke bawah, agar lebih dekat dengan masyarakat pedesaan. Jadi masyarakat dari pelosok tidak perlu ke kota untuk mengurus segala keperluannya.
"Seperti halnya rumah sakit kita bangun di timur ada, tengah ada dan barat juga ada. Wacana transportasi massal memang bagus, tapi saat ini mungkin belum saatnya," pungkasnya pada BBC, sapaan akrab beritabojonegoro.com. (rul/inc)






































