BKK Linmas Bukan Honor, tapi Biaya Operasional bagi yang Aktif Bekerja
Selasa, 16 Desember 2025 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Linmas diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam meningkatkan kinerja Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di desa-desa. Program ini bertujuan untuk mendukung operasional Satlinmas, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Hal itu ditegaskan oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi BKK Linmas Tahun 2025 dan Rencana Penyaluran BKK Linmas Tahun 2026, Senin (15/12/2025) kemarin.
Wabup Nurul juga menekankan pentingnya validasi data tunggal di tingkat desa dan pengawasan ketat terhadap perizinan bangunan. Penekanan tersebut berkaitan dengan pengurangan Dana Desa (DD) dan penurunan postur APBD Kabupaten Bojonegoro ke depan, yang menuntut pemerintah untuk lebih cermat dalam menentukan program yang tepat sasaran.
"Kita butuh satu data valid tentang kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, anak-anak yang tidak sekolah, dan masyarakat yang punya sawah. Lima data ini harus dikerjakan oleh Kader Bojonegoro," tegasnya.
Plh Kasatpol PP Bojonegoro, Arief Nanang, menyampaikan bahwa BKK Linmas telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kinerja Satlinmas di desa-desa.
"BKK Linmas ini merupakan terobosan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Ini adalah operasional Linmas, bukan honor Linmas. Dana ini diberikan kepada anggota Linmas yang benar-benar bekerja dan melaksanakan tugas operasional," ujarnya.
Dengan adanya program BKK Linmas, diharapkan Satlinmas di desa-desa dapat lebih efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.(red/toh)































.md.jpg)






