Gubernur Khofifah Salurkan Apresiasi untuk Seniman dan Juru Pelihara Cagar Budaya di Malang
Kamis, 26 Februari 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian tradisi melalui penyerahan berbagai apresiasi kepada tokoh-tokoh penggerak kebudayaan. Bertempat di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, pada Minggu (22/2/2026), Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara simbolis tunjangan kehormatan bagi juru pelihara cagar budaya serta sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI).
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyoroti fungsi strategis Taman Krida Budaya sebagai ruang publik yang mampu menyatukan denyut ekonomi dan pelestarian seni. Menurutnya, kawasan tersebut kini menjadi ekosistem yang menghidupkan pelaku usaha kecil sekaligus menjadi panggung bagi para seniman. Ia juga memuji ketertiban para pedagang kaki lima (PKL) yang turut menjaga kenyamanan kawasan tersebut sembari terus menghidupkan warisan budaya lokal.
Dukungan konkret dari Pemprov Jatim tersebut diberikan kepada 500 pelaku budaya dalam bentuk apresiasi senilai masing-masing Rp1 juta. Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada 100 juru pelihara cagar budaya melalui tambahan honorarium sebesar Rp1,5 juta sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam merawat situs sejarah di wilayah Jawa Timur.
Pada kesempatan yang sama, sebanyak 46 sertifikat WBTbI juga diserahkan kepada 22 kabupaten dan kota sebagai penguatan legalitas terhadap kekayaan budaya daerah. Suasana di kawasan Taman Krida Budaya kian semarak dengan adanya Pasar Takjil Ramadan 1447 H yang digelar mulai 18 Februari hingga 17 Maret mendatang.
Agenda ini melibatkan sekitar 150 pelaku UMKM dari Malang Raya yang diproyeksikan mampu menyedot kunjungan hingga 3.000 orang setiap harinya. Sinergi antara tradisi religi dan pemberdayaan ekonomi ini diharapkan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan usaha mikro di sela-sela aktivitas ibadah bulan suci.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Evy Afianasari, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, seniman, dan pengusaha kecil merupakan kunci utama dalam memperkuat identitas daerah. Hal senada diungkapkan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang mengapresiasi penataan kawasan tersebut.
Menurutnya, lingkungan yang tertib tidak hanya menciptakan kenyamanan bagi pengunjung, tetapi juga mendorong produktivitas ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan bagi warga Malang.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






