Bupati Minta Masyarakat Bersikap Baik pada Mantan Gafatar
Senin, 25 Januari 2016 21:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Bupati Bojonegoro meminta kepada semua pihak, khususnya warga masyarakat Bojonegoro, agar bersikap baik dan menerima 11 mantan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Bojonegoro. Sikap baik ini merupakan wujud nyata Kabupaten Bojonegoro sebagai Kabupaten Welas Asih.
Sudah saatnya masyarakat Bojonegoro dalam menyikapi apa pun seyogyanya mengedepankan pemikiran yang logis. Tidak mudah terprovokasi atau terpancing hal-hal yang belum terbukti kebenarannya. Jangan sampai melakukan tindakan anarkis kepada mantan Gafatar seperti yang terjadi di daerah lain.
Ajakan bersikap baik itu disampaikan Bupati Bojonegoro Suyoto saat menanggapi pemulangan 11 manan Gafatar asal Bojonegoro dari penampungan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (25/01) pagi.
"Pemerintah kabupaten sangat siap menerima warga Bojonegoro yang pernah tergabung dalam anggota Gafatar. Demikian pula diharapkan, masyarakat juga dapat melakukan hal yang sama," kata Bupati Suyoto.
Kesebelas mantan Gafatar dari Kabupaten Bojonegoro itu terdiri, 4 orang dari Dusun Taji, Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, 5 orang dari Dusun Badug, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, 1 orang dari Kecamatan Kapas, dan 1 orang dari Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman.
(baca juga: 11 Warga Bojonegoro Anggota Gafatar Dipulangkan dan Bhabinkamtibmas Perlu Kawal Warga Eks Gafatar)
Sebelum 11 mantan Gafatar dijemput camat dan kepala desa masing-masing untuk dibawa pulang ke tempat asalnya, pagi tadi mereka ditampung di Hotel Griya Dharma Kusuma. Selama di GDK mereka terus didampingi Tim Sapa Keluarga Dengan Kasih (SAGASIH) sambil diberi pembinaan dan pencerahan untuk memulihkan trauma pasca pemulangan dari Mempawah, Kalimantan Barat. Sekaligus guna menyiapkan mental dan psikologis sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Tidak hanya itu, tim SAGASIH juga memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa mereka ini adalah bagian dari warga Bojonegoro, saudara, dan keluarga yang sedang terkena musibah.
(baca juga: Selain Bimbingan Sosial Mantan Gafatar Juga Dapat Sembako)
Pada kesempatan itu, pemerintah kabupaten juga memberikan santunan uang tunai kepada mantan Gafatar itu. Santunan Rp 2,5 juta bagi mereka yang masih memiliki rumah tinggal, dan Rp 5 juta bagi yang tidak memiliki rumah tinggal di Bojonegoro. "Santunan ini semoga bisa membantu mereka dalam menjalani hidup ke depan," jelas Bupati. (mol/tap)
*) Foto mantan gafatar asal bojonegoro yang ditampung di hotel GDK












































.md.jpg)






