Kunjungan Kerja di Bojonegoro
Menteri Pertanian Minta Bulog Membeli Gabah Petani Bojonegoro
Minggu, 06 Maret 2016 10:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kanor - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre III Bojonegoro melakukan pembelian semua gabah hasil panen petani di Bojonegoro. Permintaan itu disampaikan usai mendengar keluhan petani saat kunjungan kerja di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (05/03) kemarin. Beberapa petani mengeluhkan anjloknya harga gabah kering sawah dan giling pada akhir-akhir ini.
"Agar petani tak rugi, kami minta kepada Bulog menyerap hasil panen ini, biar tengkulak tidak mempermainkan harga. Petani nanam ini sulit, jangan dipersulit untuk mencari rezeki," tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Mentan menuturkan, usai kunjungan di Bojonegoro dan Tuban ini dirinya langsung kunjungan ke Sumatera. Kabarnya di sana juga terjadi harga karet anjlok. Namun petani harus tetap beryukur. Kenapa? Karena setiap harga turun pasti panen melimpah. "Di situ kita harus belajar agar harga stabil bagaimana caranya. Agar harga stabil kita bisa menjual ke daerah lain supaya harga tak jatuh lagi," ujarnya.
Dia menambahkan, tahun ini petani bisa panen langsung tanam, panen lagi langsung tanam lagi. Karena tahun ini adalah tahun basah, petani bisa tanam padi terus. "Kalau ada kekeringan saya langsung terbang ke Bojonegoro, petani minta pompa berapa langsung saya berikan," tandas Menteri Andi Amran.
Dampak banjir Sungai Bengawan Solo akhir Februari lalu menggenangi kurang lebih 1.700 hektare di Bojonegoro. Genangan itu mengakibatkan sekitar 600 hektare lahan gagal tanam. Tahun ini Pemkab Bojonegoro akan menggencarkan asuransi usaha tani padi, terutama pada sawah yang langganan banjir. (mol/tap)































.md.jpg)






