Pasca Ujian Nasional, Siswa Bingung Tentukan Masa Depan
Minggu, 17 April 2016 18:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Meski pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA sederajat telah usai, para siswa masih belum merasa tenang. Sebab, mereka dihadapkan pada persoalan baru terkait apa yang selanjutnya harus dilakukan. Terutama terhadap pilihan antara melanjutkan pendidikan, mencari kerja, atau bahkan membina rumah tangga.
Dalam menentukan perguruan tinggi, pihak sekolah telah memberikan pandangan kampus-kampus mana yang bagus, serta bimbingan untuk menentukan jurusan yang tepat sesuai minat. Namun kadangkala siswa sendiri masih belum yakin dengan pilihannya.
Pilihan melanjutkan pendidikan lebih tinggi, biasanya dilakukan oleh siswa SMA/MA yang belum memiliki keterampilan khusus. Seperti yang sedang dipersiapkan Esti (17), siswi SMA Negeri 2 Bojonegoro. Meski masih mengaku bingung, dia tetap berupaya mempersiapkan diri menghadapi SBMPTN atau seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri. "Saya akan mengambil kuliah lintas jurusan. Jurusan saya saat ini adalah IPA, waktu SBMPTN saya mengambil jurusan Sastra Indonesia di UGM," tuturnya kepada beritabojonegoro.com, Sabtu (16/04) kemarin.
Persaingan ketat SBMPTN tentunya tidak bisa diremehkan. Satu kursi dalam setiap jurusan bisa diperebutkan 4-10 orang. Esti pun menggembleng dirinya untuk lebih giat belajar. Terutama mempelajari soal ujian masuk perguruan tinggi. Dia bahkan mengikuti bimbingan belajar di salah satu lembaga bimbingan belajar di Kota Bojonegoro.
Berbeda dengan Esti yang akan kuliah, Nova (17) justru memilih untuk mecari kerja. Dia sudah mengirimkan surat lamaran ke beberapa perusahan yang direkomendasikan oleh sekolahnya. "Saya memilih bekerja, karena SMK memang difokuskan untuk bekerja. Saya telah memiliki skill yang cukup untuk bekerja," ujar siswa jurusan Kelistrikan SMK Negeri 2 Bojonegoro.
Lain pula dengan Putri (17), siswi SMK Negeri 4 Bojonegoro, yang mengaku masih bingung apa yang akan dilakukan setelah kelulusan nanti. Karena untuk melanjutkan pendidikan, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara kalau bekerja, dia belum yakin dengan kemampuannya. "Saya masih berusaha untuk mencari beasiswa, namun bila tidak ada yang lolos, sepertinya saya harus kerja lebih dulu baru kuliah," ungkapnya.
Ada juga siswa yang memilih untuk membina rumah tangga. Kasus ini terjadi pada dua siswa di Bojonegoro yang mengundurkan diri sewaktu Ujian Nasional kemarin. Alasannya keduanya telah menikah. (ver/tap)
*) Ilustrasi siswa sujud sukur kelulusan dari pacitanku.com










































.md.jpg)






