AJI Bojonegoro Gelar Workshop dan UKJ pada 23-24 April 2016
Senin, 18 April 2016 10:00 WIBOleh Hariyanto
Oleh Hariyanto
Kota – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bojonegoro bakal menggelar Workshop Gambar Bergerak dan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) 2016 di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) pada Sabtu-Minggu, 23-24 April 2016.
Menurut Ketua Panitia Workshop dan UKJ, Joelianto, workshop akan diikuti sekitar 150 peserta terdiri dari jurnalis dari Bojonegoro, Surabaya, Jember, Kediri, dan Malang serta pelajar dan mahasiswa. Narasumber workshop yaitu Prasto Wardoyo (jurnalis Reuters) dan Andreas Wicaksono (jurnalis CNN Indonesia).
“Kedua narasumber akan berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam membuat video jurnalistik dan dokumenter,” ujar Joe, sapaan Joelianto pada BBC, Senin (18/04).
Joe mengungkapkan, setelah workshop akan dilanjutkan dengan uji kompetensi jurnalis yang diikuti 42 jurnalis se-Jatim. Mereka yang mengikuti uji kompetensi jurnalis ini berasal dari berbagai media mulai surat kabar, radio, dan televisi. Mereka juga mengikuti UKJ dengan berbagai jenjang mulai muda, madya, dan utama.
Menurut Joe, jurnalis yang mengikuti UKJ ini syaratnya memiliki pengalaman bekerja sebagai jurnalis minimal dua tahun dan ditunjukkan dengan mengirimkan karya tulis, rekaman radio, dan juga video untuk jurnalis televisi.
Sementara itu, materi yang diujikan dalam UKJ meliputi pengetahuan umum seperti tentang profesionalisme, komunikasi massa, pers nasional dan media global, hukum pers, dan kode etik jurnalistik. Selain itu, praktik jurnalistik meliputi teknik wawancara, liputan, menyusun berita, menyunting berita, merancang materi dan desain, mengelola manajemen redaksi, menetapkan kebijakan redaksi, mengunakan peralatan teknologi informasi.
Kemudian, materi selanjutnya tentang pendalaman kode etik jurnalistik meliputi pemetaan dan penyikapan problem etik, perincian kode etik ke kode perilaku.
Sedangkan, kata dia, penguji dalam UKJ ini adalah penguji yang telah terdaftar sebagai penguji di Dewan Pers di antaranya Hasudungan Sirait, Suwarjono (ketua AJI Indonesia), Syiaful Arifin, Rudi Hartono, Abdi Purmono, Sujatmiko, dan Riadi Ngasiran. (har/kik)










































.md.jpg)






