Workshop Gambar Bergerak AJI Bojonegoro
Belajar Teknik Pembuatan Video Bersama Andreas Wicaksono
Sabtu, 23 April 2016 14:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota – Pengurus Aliansi Jurnalis Independen Surabaya, Andreas Wicaksono, memaparkan tentang teknik-teknik pengambilan gambar dalam workshop pembuatan gambar bergerak yang diselenggarakan AJI Bojonegoro, pagi hari ini, Sabtu (23/04) pukul 09.00 WIB.
Menurut Andreas, ada beberapa hal mendasar yang harus dikuasai oleh seorang jurnalis dalam mengambil gambar video. Dalam sebuah Squence pada dasarnya dibangun dengan tiga adegan + satu, di antaranya wide, medium, close, dan intercut.
Andreas menjelaskan, wide adalah teknik pengambilan gambar secara keseluruhan. Sedangkan medium lebih terfokus pada sebuah objek tertentu, selanjutnya squence ditutup dengan close.
''Ketika akan berpindah ke squenfe berikutnya maka gambar harus pula sesuai dengan gambar sebelumnya, tidak boleh ada objek yang tiba-tiba muncul arau menyimpang dari gambar pertama,'' katanya menjelaskan.
Menurutnya seorang videografer harus mengerti bahwa dalam sebuah video harus runtut, tidak terpotong serta harus jelas hubungan antara satu gambar satu dengan gambar berikutnya.
“Dalam hal ini, jika sebuah gambar kurang sesuai dengan gambar yang pertama. Maka harus digunakan intercut, yaitu sebagai penghubung antara kedua gambar tersebut agar terlihat lebih bagus,'' imbuhnya.
Puluhan Peserta yang terdiri dari para jurnalis dari beberapa Kabupaten di Jawa Timur serta para pelajar dan mahasiswa di Bojonegoro, terlihat antusias mengikuti workshop tersebut. Perserta aktif mengajukan pertanyaan tentang materi pembuatan gambar bergerak ini.
Selanjutnya, lanjut Anderas, pada sebuah gambar ada pula istilah garis imajiner, yakni sebuah garis yang membatasi sudut pandang agar tidak membingungkan bagi penonton. “Hukumnya haram bagi seorang jurnalis jika menabrak garis tersebut. Jika terpaksa harus menabrak maka gunakan gambar frontal atau beberapa intercut, tapi sebaiknya hindari menabrak garis imajiner,'' imbuhnya
Selain itu lebih jauh pemateri memberikan penjelasan tentang Golden Mean atau Rule of Third yaitu garis bantu pada kamera untuk menentukan fokus gambar. Memberi headroom (jarak antara kepala dengan batas atas) dan noseroom (pemandangan objek sekitar) terutama saat wawancara.
“Biar kepala dari objek tidak terlalu mepet di atas, dan ada pemandangan yang menggambarkan kondisi sekitar,” tuturnya.
Selain teknik tersebut masih banyak teknik-teknik dasar yang dia sampaikan kepada para peserta. Setelah workshop selesai, AJI Bojonegoro akan segera menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang didikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari jurnalis di Jawa Timur.(pin/moha)










































.md.jpg)






