Usai UKJ, Peserta Menerima Piagam Kelulusan
Senin, 25 April 2016 08:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota – Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) Bojonegoro akhirnya selesai dilaksanakan pada Minggu (24/04) malam. Dari 35 peserta UKJ jenjang muda, madya, dan utama semuanya dinyatakan lulus mengikuti UKJ. Akan tetapi, ada peserta yang dinyatakan turun jenjang dari madya ke jenjang muda.
Selain itu, ada tiga peserta UKJ yang dinyatakan sebagai peserta terbaik. Hal ini berdasarkan penilaian selama mengikuti pelaksanaan UKJ selama dua hari yaitu Sabtu-Minggu. Ketiga peserta yang dinyatakan peserta UKJ terbaik yaitu Denza Perdana Kurnia, peserta dari Radio Suara Surabaya, jenjang muda. Kemudian, Eben Haezer dari Harian Surya Surabaya, jenjang muda dan Budi Sutrisna dari Rajawali TV Kediri, jenjang madya.
Menurut Hasudungan Sirait, penguji dari AJI Indonesia, mengungkapkan, UKJ ini diikuti peserta dari jenjang muda, madya, dan utama. Mereka berasal dari media cetak, radio, televisi, dan media online.
Menurutnya, selama dua hari peserta mengikuti uji kompetensi jurnalis dengan materi seputar pers, profesionalisme, hukum pers, dan kode etik jurnalistik. “Peserta UKJ sangat antusias dan gigih mengikuti UKJ ini. Dengan segala keterbatasan, peserta berusaha keras menyelesaikan semua materi yang diujikan. Kegigihan mereka ini menjadi salah satu penilaian penguji,” ujarnya.
Ia berharap, setelah mengikuti UKJ ini para jurnalis dapat menerapkannya dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari. Setelah pengumuman hasil UKJ, peserta satu per satu mendapatkan piagam lulus UKJ yang diserahkan oleh para penguji. Tampak para peserta begitu tersenyum lega dan tertawa lepas setelah dua hari tegang mengikuti jalannya UKJ.
Menurut Muhammad Fatoni, jurnalis dari BlokBojonegoro.com, mengungkapkan, ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran dan ilmu baru setelah mengikuti UKJ ini. Meski, ia mengakui cukup berat mengikuti UKJ karena beberapa kali harus mengerjakan ulang materi yang disampaikan oleh penguji.
“Materi yang diujikan ini sebenarnya adalah pekerjaan sehari-hari selama liputan. Tetapi, saya mendapatkan pemahaman baru,” ujarnya. (rul/kik)










































.md.jpg)






