Pengelola Perpustakaan di Bojonegoro Dilatih Manajerial
Selasa, 26 April 2016 13:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota - Pengelola Perpustakaan di wilayah Kabupaten Bojonegoro diundang mengikuti lokakarya selama 100 jam bersertifikat. Lokakarya tersebut digelar Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro mulai Selasa (26/04) hari ini hingga Rabu (27/04) besok.
Lokakarya yang bertujuan membekali peserta kemampuan mengelola perpustakaan ini terselenggara berkat kerja sama Exxonmobil Cepu Limited (EMCL), PBG Bojonegoro, dan Sampoerna Foundation. Sasaran pelatihan ini guru ahli dan pengelola perpustakaan pada jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Bojonegoro.
"Harapannya dengan adanya acara seperti ini dapat terjadi sinergi antara pengelola perpustakaan, pihak sekolah, juga PBG ini," ujar Beta Wicaksono, selaku perwakilan EMCL.
Beta menjelaskan, penekanan yang diberikan kepada peserta pelatihan adalah mampu mengelola perpustakaan. Dalam hal ini fungsi manajerial, mulai perencanaan, penataan, administrasi, pengamanan, perawatan, hingga pengawasan.
Selain itu juga diharapkan setelah kegiatan lokakarya ini, PBG dapat menjadi kepanjangan tangan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bojonegoro. "Sehingga dapat melakukan diseminasi lokakarya serupa di Bojonegoro," jelasnya.
Dalam lokakarya tersebut, setiap peserta dibebani tugas implementasi secara mandiri selama 7 hari, dan ditutup dengan temu muka sehari pada 3 Mei mendatang. Sertifikat 100 jam dikeluarkan oleh KAP, yaitu instansi pembuat standar dan kompetensi keperpustakaan. (rul/tap)










































.md.jpg)






