Kesadaran ODF Masyarakat Bojonegoro Masih Rendah
Senin, 02 Mei 2016 16:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menilai kesadaran masyarakat tentang ODF (Open Defecation Free), atau stop buang air besar sembarangan, masih rendah. Terbukti dari 430 desa yang ada di wilayah Bojonegoro, baru sekitar 172 desa yang sudah ODF.
Gerakan ODF merupakan salah satu program Pemkab yang harus dicapai dalam tahun ini. Bahkan, Bupati Bojonegoro sudah menginstruksikan kepada semua desa untuk menganggarkan gerakan ODF dalam Alokasi Dana Desa (ADD). Namun sayang, sosialisasi juga praktiknya belum terpenuhi. Target 50 persen desa ODF belum tercapai.
Kasi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Bojonegoro Moch Sholeh, mengatakan, seharusnya Bojonegoro sudah ODF, karena sudah ada dalam anggaran desa. Masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya pembuatan jamban.
Sholeh menambahkan, berdasarkan Universal Akses (UA) setiap kabupaten harus menerapkan, 100-0-100. Artinya, 100 air minum bersih, 0 desa kumuh, dan 100 sanitasi atau ODF. "Diharapkan dengan kemudahan yang diberikan Pemkab Bojonegoro melalui ADD, maka seluruh desa yang belum ODF bisa terselesaikan tahun ini," ujarnya.
Selain itu, partisipasi masyarakat untuk mendukung gerakan ODF sangat membantu agar dapat terpenuhi visi kabupaten yang sehat. Merubah pola perilaku untuk tidak buang air besar di sungai atau di hutan harus digerakkan mulai sekarang. "Karena itu semua untuk menjaga kesehatan juga kebersihan lingkungan kita," harap Sholeh. (mol/tap)
*) Foto ilustrasi dari www.sayangi.com










































.md.jpg)






