Prihatin Masih Ada Anak Putus Sekolah, PMII IKIP Gelar Baksos
Kamis, 12 Mei 2016 19:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota – Para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IKIP PGRI Bojonegoro menggelar bakti sosial di SD Negeri Desa Sumbang Timun Kecamatan Trucuk, hari ini, Kamis (12/05). Bakti sosial diwujudkan dalam rupa memberikan motivasi pendidikan kepada para pelajar di SDN tersebut. Sebab, mereka merasa prihatin dengan masih adanya anak yang putus sekolah di wilayah tersebut.
Ketua pelaksana kegiatan, Apriyani (22), menyampaikan kepada beritabojonegoro.com (BBC), kegiatan tersebut merupakan penutupan dari acara Pelatihan Manajemen Dan Tata Organisasi (PMTO) yang dilakukan oleh PMII IKIP PGRI beberapa waktu lalu. " Ini adalah Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari pelatihan kemarin agar para kader lebih memahami mengenai materi dengan cara aplikatif ke lapangan," ujarnya.
Dalam hal ini ada beberapa faktor yang melatarbelakangi panitia memilih lokasi di Desa Sumbang Timun sebagai tempat baksos. Apriyani mengaku, panitia menerima informasi bahwa di Desa tersebut masih terdapat beberapa anak SD ketika lulus tidak melanjutkan ke jenjang SMP dan sederajat.
Mereka beralasan karena jarak yang jauh antara rumah dan sekolah SMP yang menyebabkan mereka harus putus sekolah. "Kalau dari Desa ini menuju SMP Negeri Trucuk jaraknya cukup jauh. Akses jalan menuju kesana pun masih jelek," ungkap Apriyani.
Mahasiswi semester dua jurusan Bahasa Indonesia tersebut juga berharap dengan motivasi yang diberikan oleh para kader PMII ini akan mampu memberikan dampak yang serius bagi para pelajar di sana. Dia menyesalkan jika para pelajar tersebut harus putus sekolah gara - gara akses serta cara berpikir yang mungkin sedikit keliru terhadap dunia pendidikan.
“Bahkan ada anak - anak yang memilih ngamen usai lulus SD daripada meneruskan sekolah. Pasti ada banyak faktor yang melatarbelakangi hal tersebut. Olehkarena itu, kami di sini turut membantu," pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut selain memberikan motivasi kepada pelajar Aktivis PMII juga memberikan sejumlah buku kepada para pelajar di setiap kelas, dari kelas 1 - 6 untuk menambah semangat mereka. Sambutan dari pihak sekolah pun sangat baik. Bahkan, sekolah berharap kegiatan semacam itu tidak hanya dilakukan sekali. (pin/moha)










































.md.jpg)






