Rehab RSUD Padangan Ditargetkan Selesai Oktober 2016
Jumat, 13 Mei 2016 11:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Padangan – Rehab Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangan di Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, ditargetkan selesai pada Oktober 2016. RSUD Padangan akan menyediakan 300 tempat tidur (bed) untuk melayani pasien rawat inap dari wilayah barat Bojonegoro.
Selama ini pasien dari wilayah Kecamatan Purwosari, Kasiman, Kedewan, Ngraho, dan Malo memilih rujuk rawat inap di sejumlah rumah sakit di Cepu, Blora, Jawa Tengah. Keberadaan RSUD Padangan tidak dilirik karena selama ini dianggap sarana, fasilitas, dan pelayanan medisnya kurang memuaskan. Akibatnya, biaya berobat mengalir ke Cepu, Blora.
Untuk mengatasi itu, pihak Pemkab Bojonegoro lalu membangun RSUD Padangan sejak awal 2015. Rehab rumah sakit di dekat jalan raya Bojonegoro-Ngawi itu lalu dilanjutkan pada 2016. Anggaran yang digunakan untuk membangun RSUD Padangan itu sebesar Rp28 miliar bersumber dari APBD Bojonegoro 2015.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bojonegoro, Andi Tjandra, rehab RSUD Padangan saat ini terus digenjot dan ditargetkan selesai pada Oktober nanti. “RSUD Padangan akan menyediakan 300 tempat tidur. Hampir sama dengan RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro,” ujarnya.
Sementara itu menurut Direktur RSUD Padangan, Ninik Susmiati, semua teknis pembangunan RSUD Padangan memang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bojonegoro.
Menurutnya, RSUD Padangan dibangun dua lantai. Ia menyebutkan, lantai pertama akan dipakai tempat parkir, masjid, kantin, dan instalasi. Sedangkan untuk lantai dua rencananya ditempati ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD), semua penunjang termasuk apotik, rekam medik, rawat jalan, dan laboratorium.
Ninik berharap RSUD Padangan cepat selesai dibangun dan difungsikan. Selain itu, perlu juga dilengkapi tenaga medis mulai dokter spesialis, dokter umum, dan perawat.
Saat ini, kata Ninik, jumlah pegawai di rumah sakit tersebut sekitar 92 orang. Rinciannya pengawai negeri sipil (PNS) 57 orang dan karyawan magang 35 orang. Jumlah itu, menurut dia, sangatlah sedikit dan butuh banyak penambahan.
"Idealnya dua perawat untuk tiga tempat tidur pasien," ucapnya.
Ninik mengakui, sejauh ini RSUD Padangan kurang dilirik masyarakat di wilayah Bojonegoro barat. Sebab, fasilitas di RSUD Padangan masih kurang memadai sehingga apabila ada pasien sakit parah kebanyakan dirujuk ke rumah sakit lain guna mendapatkan penanganan lebih baik. Pihaknya yakin dengan dilengkapinya sarana dan prasarana yang memadai RSUD Padangan akan menjadi pilihan untuk mendapatkan perawatan. (her/kik)
Ilustrasi www.skyscrapercity.com










































.md.jpg)






