Meminta Kejelasan Soal Relokasi, PKL datangi DPRD Lagi
Kamis, 27 Agustus 2015 20:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Bojonegoro - Keresahan para Pedagang kaki lima (PKL) bagian dalam Alun Alun Bojonegoro semakin dalam. Ini karena sampai pukul 18.00 WIB hari ini (27/08), belum ada kepastian soal kabar rencana relokasi.
Bahkan, para PKL tersebut sudah berusaha datang ke SKPD terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tetapi usaha itu tak kunjung menemui titik tengahnya. Selain itu, para PKL juga sempat datang dua kali ke DPRD untuk mengadukan permasalahan ini agar dicarikan solusi.
Ketua Paguyuban PKL, Yuli, mengatakan bahwa semua PKL di Alun-Alun butuh kepastian dan solusi. Kalau memang Alun-Alun hendak direnovasi, kata Yuli, para PKL siap untuk pindah.
"Jika sudah ada lokasi untuk kami jadikan tempat berjualan lagi. Tapi kalau memang belum ada mungkin PKL bisa bertahan di alun alun," kata Yuli kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com.
Ketika para PKL datang ke DPRD untuk kedua kalinya kemarin siang (26/08), sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka ditemui oleh Dony Setiawan di ruang Fraksi PDI Perjuangan. Berbeda dengan kedatangan yang pertama kali, PKL bermaksud agar Dewan bisa menjembatani pertemuan antara para PKL dengan kepala DKP dan kepala Satpol PP.
Pertemuan itu pun akhirnya terjadi hari itu juga, sorenya, sekitar pukul 17.00 WIB. Para PKL, didampingi Dony, duduk bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan Satpol PP di ruang Fraksi PDI Perjuangan.
Dalam pertemuan itu, Dony mengatakan bahwa jika belum ada tempat relokasinya, mungkin sementara bisa di tetap Alun-Alun dulu seperti biasa. Hanya saja, PKL harus menjaga kerapian dan kebersihan di sekitar tempat mereka berjualan.
Kepala Bidang Pertamanan DKP Bojonegoro, Fatoni, memberikan keterangan tentang penutupan pintu Alun-Alun bagian barat dengan portal oleh Satpol PP. Tindakan itu, kata Fatoni, merupakan bentuk hukuman untuk para PKL yang melanggar perjanjian. Karena, berdasarkan perjanjian dengan Bupati beberapa waktu lalu, para PKL hanya boleh membuka lapaknya hari Sabtu dan Minggu. Tapi, kenyataannya, para PKL nekat berjualan saat hari Jumat malam. Diperparah lagi, mereka tidak mengemasi barang-barangnya.
Kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com, Yuli memberikan penjelasan tentang rencana relokasi tersebut. PKL penyedia dan penjual mainan anak, kata Yuli, akan ditempatkan di area Stadion Letjen Soedirman, Ngrowo, Bojonegoro Kota. Sedangkan PKL penjual makanan dan minuman, rencananya akan dipindah ke sebelah barat eks Kantor Polwil Bojonegoro.
"Kalau memang sudah ada rencana demikian, kapan para PKL bisa mulai berjualan di tempat yang sudah di sediakan itu?" kata Yuli. Semua PKL, kata Yuli, selalu bertanya kepadanya selaku Ketua Paguyupan.(mol/moha)
Sumber Foto : dompetduafa.org






































