Suyoto ; Embung Semestinya Memang Kering
Minggu, 30 Agustus 2015 21:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Padangan - Petani, Pemerintah Pusat, Provinsi Daerah dan TNI, bersama-sama mendorong kedaulatan pangan untuk Negeri. Salah satu faktor untuk menunjang capaian itu adalah terjaganya lahan pertanian dari kekeringan. Sebab itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mencanangkan program 1000 embung.
Pembangunan embung sendiri dilakukan secara bertahap. Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro, Edy Susanto, mengatakan saat ini di Bojonegoro sudah dibangun 350 embung. Dan 160 di antaranya sedang mengering. Debit air di Waduk Pacal kini juga di bawah 1 juta kubik.
"Artinya, sudah tidak bisa dialirkan ke lahan pertanian. Hanya bisa untuk menjaga bangunan waduk," ujar Edy, ketika ditemui beritabojonegoro.com (BBC).
Sementara itu, 10 ribu hektar dari 32 ribu hektar lahan juga dilanda kekeringan. Menanggapi hal itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto, menjelaskan bahwa embung memang sudah semestinya mengering. Kata dia, fungsi embung pada dasarnya hanya untuk memperlambat penyusutan air.
Politisi asal Desa Bakung Kecamatan Kanor itu menambahkan keterangannya bahwa hasil panen di Bojonegoro masih tergolong bagus. Karena belum sampai terjadi puso dan petani hanya mengalami pengurangan hasil panen.
Baginya, hal ini merupakan progres yang baik, dan harus ditingkatkan oleh para petani.
"Kalau kurang pasti akan tetap kurang. Tapi kita jangan melihat itunya. Upaya dari pemerintah dibantu oleh TNI ini dampaknya nyata. Jadi harus kita lihat sisi positifnya," tandas Kang Yoto, sapaan akrabnya, pada awak media saat menghadiri panen raya di Desa Dengok, Kecamatan Padangan. (rul/moha)






































