Mengembangkan Industri Pariwisata di Bojonegoro
Selasa, 01 September 2015 10:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Pariwasata di Bojonegoro menjadi wacana yang menyegarkan untuk dibahas. Biar bagaimanapun, pariwisata menjadi bagian industri yang bisa menghasilkan pendapatan besar bagi daerah. Bali atau Yogyakarta misalnya industri pariwisatanya berkembang pesat dan mampu mendatangkan pemasukan besar bagi daerah dan menggerakkan perekonomian warganya.
Nah, bagaimana dengan pariwisata di Bojonegoro?. Seiring menggeliatnya industri minyak dan gas bumi (migas) di Bojonegoro, industri pariwisata baik yang berbasis wisata alam, wisata sejarah, maupun wisata agro perlu dikembangkan. Dengan demikian, apabila suatu saat potensi migas di Bojonegoro itu habis, masyarakat masih bisa berharap dan bergantung dari industri pariwisata.
Upaya untuk mengembangkan sektor pariwisata ini mendapat perhatian dari kalangan DPRD Bojonegoro. Mereka mengadakan forum group discussion (FGD) yang diadakan di Hotel dan Resto MCM Bojonegoro, pada Senin (31/08) kemarin.
Menurut Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Ahmad Sunjani, ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan sektor pariwisata yaitu pelaku pariwisata itu sendiri, efektivitas dari segala sektor, pendapatan dari pariwisata, serta pemetaan lokasi pariwisata.
“Empat hal itu harus mendukung untuk mengembangkan pariwisata di Bojonegoro,” tutur mantan jurnalis tersebut.
Forum ini juga dihadiri oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser, SIK, M.Hum, Dandim Bojonegoro, Letkol Kav Donova, pegiat LSM, SKPD dan beberapa undangan pengusaha yang ada di Bojonegoro.
Ada beberapa hal yang menjadi sorotan baik dari kapolres maupun dandim mengenai wisata alam dan buatan yang ada di Bojonegoro. Kapolres menyoroti masalah keamanan pada lokasi wisata, terutama lalu lintasnya kemudian kearifan lokal. Sedangkan dari dandim mengusulkan bagaimana Bojonegoro dikenal degan trade marknya.
Diharapkan nanti penyusunan rancangan peraturan daerah perihal pariwisata dapat mengangkat pendapatan daerah juga pendapatan masyarakat, sekaligus memerdayakan masyarakat. (ver/kik)
*Foto potensi agrowisata kebun buah belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu.






































