Berwirausaha Lebih Menantang untuk Kaum Muda
Minggu, 31 Juli 2016 15:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Keluar dari zona nyaman seorang pegawai kantoran, dan menjadi seorang pengusaha muda bisa dibilang cukup menjanjikan. Meski tidak semua orang mau, rupanya banyak juga kawula muda yang mencoba membuka usaha mandiri ataupun join bersama temannya. Sekarang ini bermunculan cafe atau warung kopi yang digagas oleh para kawula muda.
Mereka mampu menangkap peluang kebiasaan nongkrong kaum muda dan menjadikannya sebagai ladang bisnis. Menjadi seorang pengusaha dianggap lebih menantang, karena harus memahami mulai dari produksi sampai pemasaran. Mereka juga harus tahu lokasi yang strategis untuk usahanya.
Slamet (24), salah satu pemuda asal Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro, yang saat ini sibuk dengan cafe barunya. Cafe yang didirikan bersama seorang kawannya ini bertempat di kota apel, Malang. Menurutnya, di Malang, pangsa pasarnya relatif banyak, sehingga dia memutuskan untuk membuka kafe di sana. Namanya Kafe Toraja.
"Saya ini orangnya suka kebebasan mengatur, fleksibel dalam menjalankan sesuatu. Sehingga lebih cocok untuk menjadi seorang pengusaha ketimbang seorang pegawai," ujarnya.
Dalam menjalankan usaha, Slamet menyadari bahwa akan terkendala penghasilan yang tidak tetap, apalagi usahanya tergolong baru. Baginya justru di sinilah tantangannya menjadi seorang pengusaha. Penghasilan seorang pengusaha baru bisa dilihat sekitar 3-5 tahun ke depan.
Begitu juga dengan Rosid, seorang pengusaha muda di Bojonegoro. Dia memiliki warung kopi yang berada di Kelurahan Jetak Kabupaten Bojonegoro. Memasuki tahun kedua ini, dia mulai mencoba beberapa terbosan baru agar warung kopinya ramai. Salah satunya adalah menempatkan puluhan buku-buku di warung kopinya.
"Menjadi seorang pengusaha itu harus sabar, karena membangun branding itu tidak sim salabim, semuanya perlu waktu. Yang penting berani untuk mengambil resiko," kata Rosid.(ver/moha)












































.md.jpg)






