Badan Ketahanan Pangan Klaim Cadangan Beras Aman
Kamis, 17 September 2015 08:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh Mujamil E Wahyudi
Kota – Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro mengklaim selama musim kemarau ini tidak sampai terjadi paceklik pangan. Sebab, persediaan gabah dan beras dari hasil panen padi lalu masih mencukupi untuk kebutuhan selama musim kering ini.
Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, Rendra D Prakosa, kebutuhan beras masyarakat Bojonegoro per bulan sekitar 11 ribu ton. Sedangkan, kata dia, produksi beras gabah giling di Bojonegoro surplus hamper 100 ribu ton. Sehingga, kata dia, persediaan gabah dan beras itu masih mencukupi untuk kebutuhan pangan selama musim kemarau ini.
“Saya yakin tidak sampai terjadi paceklik pangan itu,” ujarnya pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Kamis (17/09).
Ia mengatakan, cadangan gabah dan beras sebenarnya bisa melimpah asalkan petani menyimpan gabah dan beras untuk kebutuhan pangan selama musim kemarau. Hanya saja, kata dia, persoalannya hasil panen padi biasanya langsung dijual oleh para petani. Tidak jarang pula penjualan hasil panen padi itu kepada para tengkulak yang rata-rata berasal dari luar Bojonegoro.
“Akibatnya, persediaan gabah dan beras petani menipis. Kalau kondisinya terus menerus seperti ini maka kita tidak punya cadangan beras,” ungkapnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya mengatakan saat ini mengupayakan kepada para petani agar melakukan program tunda jual. Dan gabah hasil panen petani nantinya akan disimpan kemudian ketika harga sudah tinggi baru dilepas di pasar.
"Kendala yang utama adalah terkadang para petani hutang untuk kebutuhan produksi. Ada pinjaman untuk produksi petani sekarang masih dalam proses pembahasan dan program tunda jual ini nantinya dengan sistem penguatan modal," tandasnya. (yud/kik)
Sumber foto www.bulog.co.id






































