Komisi VII : Ambil Hikmah Kericuhan EPC 1
Rabu, 05 Agustus 2015 14:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh: Nasruli Chusna
(Bojonegoro) - Komisi VII DPR RI, Rabu (5/8) melakukan lawatan ke Kabupaten Bojonegoro pasca insiden yang melibatkan pekerja di EPC 1, Lapangan Migas Banyuurip, Kecamatan Gayam. Rombongan diterima Bupati dirumah dinas, serta dihadiri oleh pihak-pihak terkait seperti EMCL, SKK Migas, Tri Patra dan Perwakilan dari Kementrian ESDM.
Ketua komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika dalam sambutannya menyampaikan bahwa banyuurip sangat penting dan menjadi andalan produksi minyak nasional. Dia menyampaikan bahwa apa yang telah merupakan pelajaran untuk disini, Bojonegoro, serta tempat lainnya.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya W. Yudha, mengatakan telah mempelajari secara mendalam permasalahan yang terjadi. Ia turut menyorot soal berkurangnya lima pintu karyawan, menjadi satu pintu. "Yang perlu saya pertanyakan kenapa di sekitar pintu itu terdapat pasir. Artinya bisa jadi persiapannya, pengurangan jumlah pintu kurang maksimal," ujarnya.
Lebih jauh dia menyorot soal kontrak karyawan yang akan segera habis. Baginya perlu disiapkan skema yang matang mengenai hal itu. Karena menyangkut hajat orang banyak dan masyarakat sekitar proyek, yang selama ini merasa dirugikan.
“Terlebih soal kontrak karyawan, saya curiga Insiden ini memang sengaja diskenariokan, semoga hal ini tidak terjadi, mengingat akan ada pengurangan jumlah karyawan besar-besaran, dari 16 ribu menjadi 8 ribu," tandasnya mempertanyakan. [rul]






































