Jembatan Trucuk Tertunda Sampai 3 Tahun
Jumat, 18 September 2015 22:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota-Pembangunan Jembatan Trucuk yang dianggarkan sebesar 54 Miliar tahun ini, akan tertunda selama 3 tahun. Hal tersebut dikarenakan dampak dari turunnya penerimaan keuangan dari Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) sebab melemahnya mata uang rupiah. Yakni, beberapa proyek pembangunan harus dilakukan peninjauan ulang.
Sebenarnya, pengerjaan jembatan yang akan menghubungkan Kota Bojonegoro dengan Trucuk tersebut sudah mulai berjalan sampai tahap perencanaan, namun karena adanya perubahan anggaran, maka harus mengalami penundaan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bojonegoro, Andik Candra, membenarkan hal tersebut kepada BeritaBojonegoro.com (BBC). "Saat ini pembebasan lahan juga sudah mulai berjalan. Namun, karena terpangkasnya APBD 2015 ini, prosesnyapun akan mundur," terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Suhadi Moeljono, mengatakan bahwa dalam proses pembangunan jembatan Trucuk Bojonegoro memang akan mundur. Mundur berapa lama? Suhadi mengatakan, hingga 2 sampai 3 tahun.
Penurunan penerimaan keuangan disebabkan oleh jatuhnya harga minyak, tambah Suhadi, mengharuskan Pemkab Bojonegoro harus memprioritaskan kebutuhan yang mendesak. Beberapa proyek pembangunan yang dirasa tidak begitu mendesak harus menerima konsekuensi penundaan.
"Pembangunan jembatan diperkirakan bisa berjalan lagi pada tahun 2018 mendatang," tegas Suhadi.(mol/moha)






































