Permintaan Dropping Air Bersih Menurun
Kamis, 06 Agustus 2015 07:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh: Nasruli Chusna
(Bojonegoro Kota) – Jika dibandingkan dengan tahun lalu, permintaan air bersih di beberapa daerah yang rawan kekeringan di seluruh wilayah Bojonegoro, tahun ini, menunjukkan angka penurunan.
Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Pemkab Bojonegoro, Dwi Harningsih, pada periode Juli tahun lalu permintaan air bersih hampir mencakup sebagian besar wilayah yang rawan kekeringan. Namun, kata dia, pada bulan Juli tahun ini hanya ada 10 desa di enam kecamatan yang meminta air bersih.
“Permintaan dropping air bersih pada musim kemarau ini memang menurun,” ujarnya.
Hanya saja, kata Dwi, ia memperkirakan permintaan air bersih akan semakin meningkat. Karena berdasarkan laporan BMKG Jawa Timur, di situ menyebutkan musim kemarau berlangsung hingga November mendatang. Kondisi itu dipengaruhi adanya elnino lemah di perairan Indonesia.
Dwi mengungkapkan, 10 desa di enam kecamatan yang sudah melayangkan surat permintaan air bersih yakni Desa Kasiman Kecamatan Kasiman, Desa Sugihwaras Kecamatan Sugihwaras, Desa Ngrandu Kecamatan Baureno, Desa Megale dan Sidomulyo yang termasuk di Kecamatan Kedungadem. Itu untuk wilayah timur.
Sedangkan untuk wilayah barat yang sudah meminta air bersih yakni Desa Sugihwaras Kecamatan Ngraho dan 3 desa di Kecamatan Temayang yakni Desa Temayang, Bakulan dan Pandantoyo serta desa Sendangharjo di Kecamatan Ngasem. [rul]






































