Pengisian Perangkat Desa
Asisten I Pemkab: Kunci Utama Ada di Unnes
Senin, 23 Oktober 2017 11:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota – Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkab Bojonegoro Djoko Lukito menanggapi adanya kabar tak sedap dalam proses seleksi perangkat desa 2017. Seperti diketahui, ada oknum yang mengaku bisa membantu memuluskan seleksi dan berusaha menekan Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai selaku panitia. Bahkan oknum tersebut mencatut nama Kapolres Bojonegoro yang disebut menitipkan nama peserta untuk diloloskan.
Baca Kapolres Bakal Panggil Oknum yang Mengaku Utusannya
Baca juga Unnes Tandatangani Kontrak Kerjasama Pelaksanaan Pengisian Perangkat Desa di Bojonegoro
Untuk mengungkap kebenarannya, kata Djoko Lukito, itu urusan yang berwajib. Yang penting Pemkab menjaga agar proses berjalan jujur dan sejauh ini komitmen dengan Unnes tetap dijaga.
Lukito mengatakan, yang bertanggungjawab dalam proses pengisian perangkat desa di Bojonegoro ini adalah Unnes. Nama besar Unnes sedang dipertaruhkan dalam proses seleksi perangkat desa Bojonegoro ini.
“Sekarang apakah para pejabat Unnes mau mempertaruhkan perguruan tingginya hanya untuk kepentingan sesaat ataukah tidak, kan kucinya ada di sana,” kata Lukito kemarin, Minggu (22/10/2017).
Masih kata Lukito, semua proses sudah dikerjakan sepenuhnya Unnes dari mulai pembuatan naskah, kunci jawaban hingga koreksi. Lukito mengatakan, kalau Unnes berkata tidak (terhadap kecurangan), untuk membuktikannya ya di sana (Unnes). “Bila masih terjadi kecurangan dan nantinya terbukti maka reputasi Unnes akan hancur,” katanya.
Lukito mengatakan saat ini proses seleksi sampai pada karantina pembuatan naskah oleh Unnes di Semarang. 1 petugas DPMPD dan 4 anggota Polres Bojonegoro serta 1 dari kordinator kabupaten ada yang memantau dan mengamankan di sana. (mol/moha)












































.md.jpg)






