News Ticker
  • Jelang Pileg dan Pilpres, Polres Tuban Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu
  • Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka Hari Ini, Situs SSCN BKN Belum Dapat Diakses
  • Polisi di Bojonegoro Amankan Seorang Pelaku Penadahan
  • Perbedaan
  • Pecah Ban, Mobil Milik DLH Bojonegoro Tabrak Tumpukan Batu di Pinggir Jalan
  • Ratusan Warga Mojoagung Soko Tuban, Minta Kejaksaan Tindak Tegas Kades Korupsi
  • Penerimaan CPNS 2018 di Kabupaten Bojonegoro Tersedia 384 Formasi
  • Formasi Penerimaan CPNS 2018 Kabupaten Blora Sebanyak 508 Lowongan
  • Lagi, Kebakaran Menimpa Rumah Milik Warga Balen Bojonegoro
  • Penanggulangan Kemiskinan Menjadi Prioritas Pemerintah
  • Tabrakan Motor di Baureno Bojonegoro Kedua Pengendara Luka-Luka
  • Berikut ini Syarat Dasar Bagi Pelamar CPNS 2018
  • Sat Lantas Polres Bojonegoro Launching SIMELI
  • Sat Narkoba Polres Bojonegoro Laksanakan Binluh Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Pada Pelajar
  • Kapolres Bojonegoro Tekankan 7 Hal Kepada Anggotanya
  • Kapolres Bojonegoro Harap Komunitas Mancing Turut Berperan Dalam Menjaga Lingkungan
  • Perubahan
  • Menristekdikti: Kampus Tak Boleh Digunakan Untuk Politik Praktis
  • Jelang Pemilu 2019, Polres Bojonegoro Gelar Deklarasi Pemilu Damai
  • Sahabat Muda Bojonegoro Gelar Aksi Kemanusiaan Untuk Korban Gempa Lombok

Menristekdikti Dorong Pengembangan Buah Nusantara di Blora

Oleh Priyo Spd

Blora - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir  melakukan kunjungan kerja kebun buah Klapanan, Dukuh Karangkembang, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, pada Kamis (11/10/2018).

Menteri Nasir yang didampingi sejumlah dirjen dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Wakil Bupati Blora Arief Rohman dan Forkompimda melakukan panen klengkeng dan berkeliling kebun buah milik Bambang. 

Dalam kunjunangannya  ini Menteri Muhammad Nasir mengatakan kebun ini sangat potensi dan mendorong untuk mengembangkan buah nusantara. Yang bisa dikembangkan dari Blora. Sehingga nantinya buah nusantara bisa memenuhi kebutuhan buah dalam negeri. 

“Ini baru 5 tahun berjalan saja sudah luar biasa, apa lagi 10 tahun ke depan, akan lebih menjanjikan dan saya harap sebulan bisa sampai ratusan ton agar mampu memenuhi kebutuhan buah di pasaran,” jelas Menteri Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir.  

Muhammad Nasir menjelaskan, di Blora yang dulu dikenal dengan tanah tandus dan kapur kini bisa dibudidayakan buah. Apalagi pengembangannya mengunakan teknologi. Sehingga, dengan pengembangan semacam ini, masyarakat harus didorong terus meniru dengan pengembangan teknologi. 

“Ini ada IPB dan saya harap nanti ini bisa dikembangkan lebih baik lagi, tentu ini luar biasa dengan adanya kebun buah ini,” imbuhnya.

Untuk pengembangan buah nuasantara di Blora seperti kelengkeng, pepaya dan alpukat seperti di kebun Klapanan, itu bisa dibudidayakan lebih banyak lagi. Dan bukan hanya dikembangkan di kebun buah ini saja bisa dikembangkan buah nusantara di tempat lain. Karena secara umum masyarakat di Blora bisa mengembangkan buah yang sama.

“Karena struktur tanah di Blora yang sama, jadi tidak perlu ada penelitian lagi,” ujarnya.

Oleh sebab itu dirinya berharap setelah pengembangan buah nusantara bisa dikembangkan di Blora hasilnya bisa diaplikasikan ke tempat lain. Namun demikian pihaknya juga memikirkan hasil paska panen terlebih bagi buah yang mudah busuk. Seperti buah yang manis memiliki kecenderungan gula yang tinggi mudah mengalami pembusukan lebih cepat.

“Untuk mencegah itu ada teknologi penghambat kebusukan dari mikroba dengan sistem ozonisasi. Coba ini nanti kita kembangkan,” ujarnya.

Untuk pengembangan buah nusantara di Blora ini nanti akan bekerja sama dengan IPB. Yang nantinya bukan hanya bisa mengebangkan buah yang ada sekarang tapi juga bisa mengembagkan dengan varietas yang baru. Serta nantinya bisa juga dikembangkan untuk menghasilkan buah organik.

“Jangan sampai untuk pengawetan yang merusak organ tubuh manusia,” ujarnya

Selain untuk pengembangan buah, menurut menteri kebun buah ini bisa juga dikemas sebagai agrowisata. Dia mengumpamakan. Seperti Semarang bisa menjadi agrowisata dan di sana minimal menyediakan tanah 300 hektar. Di dalam kebun itu ada berbagai buah, seperti durian mangga , pisang dan buah lain yang bisa dikembangkan.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengatakan ke depan rencananya akan mendorong agar kebun buah ini menjadi argowisata serta sarana edukasi .

“Kami akan mencoba mendorong bersama pariwisata sehingga nantinya kebun buah ini bisa menjadi salah satu tujuan wisatawan” jelasnya. (

 

Sementara itu BambangSuharto menjelaskan pengembangan ini berawal lima tahun lalu, dengan semangat dan bantuan warga setempat menjadikan semangat  saya untuk mengembangkan kebun buah ini.

“Semua pihak mendukung dan menjadikan semangat kita untuk mengembangkan buah lokal nusantara,” terangnya.  (teg/kik)

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Kang Yoto, Mantan Bupati Bojonegoro

“Saya Ingin Selalu Memberi”

Oleh Muhammad Roqib Kang Yoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008 2013 dan 2013 2018, sungguh menikmati masa-masa senggangnya ...

Opini

Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

Gaul Bebas Kian Marak, HIV/AIDS Makin Merebak

*Oleh Atik Kholifah SKM PERGAULAN remaja di masa sekarang sungguh sangat merisaukan. Kita biasa menjumpai di tempat-tempat keramaian, muda mudi ...

Quote

Perbedaan

Perbedaan

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Allah menciptakan mahluk di dunia ini dengan berbagai perbedaan, tidak ada yang sama persis ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Petani Asal Bojonegoro Ini Tak Menyangka Anaknya Lulus Seleksi Akpol 2018

Petani Asal Bojonegoro Ini Tak Menyangka Anaknya Lulus Seleksi Akpol 2018

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Suwito (56), warga Desa Sumberejo RT 002 RW 001 Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, yang sehari-hari ...

Religi

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

Ternyata, Ada Fakta Hidup di Alam Fana Itu

*Oleh Roli Abdul Rokhman SAg MPdI Saudaraku, sadarilah...! Selama kita masih suka mengagungkan harta, maka diri kita pasti akan mengalami ...

Berita Foto

Mural Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu Bojonegoro

Mural Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu Bojonegoro

Oleh Muhammad Roqib Bojonegoro (Kalitidu) Siswa SMA Negeri 1 Kalitidu membuat lukisan atau mural di tembok yang ada di sekililing ...

Resensi

Alice in Cheongdam Dong 2

Alice in Cheongdam Dong 2

Oleh Delfariza Amaliya Penulis : Ahn Jae Kyung Penerjemah : Dwita Rizki Nientyas Tahun : 2014 Penerbit : Qanita, PT ...

Pelesir

Ruwatan Massal Digelar di Objek Wisata Khayangan Api Bojonegoro

Ruwatan Massal Digelar di Objek Wisata Khayangan Api Bojonegoro

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Bulan Suro, bagi sebagian orang Jawa masih dianggap sebagai bulan yang sakral. Bulan untuk tirakat dan ...

Statistik

Hari ini

1.529 kunjungan

2.644 halaman dibuka

188 pengunjung online

Bulan ini

58.607 kunjungan

104.645 halaman dibuka

Tahun ini

986.939 kunjungan

1.732.100 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 624.798

Indonesia: 10.473

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015