Mahasiswa FKM Unair, Tutup Kegiatan PKL di Kepohbaru Bojonegoro Dengan Bermain Teater
Minggu, 05 Agustus 2018 21:00 WIBOleh Deviyanti Wahyu Izati *)
*Oleh Deviyanti Wahyu Izati
Bojonegoro (Kepohbaru) - Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya di Desa Brangkal Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro akan segera berakhir.
Dalam acara penutupan yang dilaksanakan pada Sabtu (04/08/2018), bertempat di Balai Desa Brangkal Kepohbaru tersebut, digelar pagelaran teater yang diperankan langsung oleh para mahasiswa FKM denganmengambil judul “Lidah Mertua,”
Dalam pagelaran teater tersebut mengisahkan tentang seorang anak menantu yang hamil namun terkena pre-eklamsi, karena terlalu sering mengkonsumsi ikan asin, ditambah karena sang suami yang sering merokok di dalam rumah dan ibu mertua yang percaya mitos mengenai memakan sayuran hijau dapat menyebabkan darah tinggi serta jika memakan telur, si jabang bayi bisa berbau amis saat lahir.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 212 mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, mulai Selasa (03/07/2018) lalu, laksanakan Paraktik Kerja Lapangan (PKL) di tiga puskesmas di Kabupaten Bojonegoro, yaitu Puskesmas Baureno, Puskesmas Kepohbaru dan Puskesmas Nglumber Kecamatan Kepohbaru. Sementara mahasiswa yang melakukan PKL di Desa Nglumber Kecamatan Kepohbaru sejumlah 15 orang mahasiswa.
Baca: 212 Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair PKL di Bojonegoro
Yusuf, ketua PKL FKM Unair di Desa Brangkal Kecamatan Kepohbaru mengungkapkan, bahwa kegiatan PKL tidak hanya melulu mengenai penyuluhan atau sosialisasi kesehatan, para mahasiswa juga mengajak perangkat desa, bidan desa dan kader kesehatan dan masyarakat setempat untuk bermain drama atau teater.
“Karena penyuluhan tentang rokok dan hipertensi sudah sering dilakukan dengan metode ceramah, maka kami membuat metode penyuluhan berupa teater, yang berbeda dari metode- metode sebelumnya.” terang Yusuf.
Menurut Yusuf, pemilihan cerita tentang anak menantu yang hamil dan terkena pre-eklamsi karena memang di Desa Brangkal tersebut pernah terjadi kasus ibu hamil yang meninggal karena pre-eklamsi.
“Dari cerita teater ini kami ingin mencegah hal tersebut terjadi lagi dengan cara mengedukasi melalui teater. Kami juga memberikan pengetahuan tentang BPJS yang memang harus dimiliki oleh masyarakat.” tambahnya.
Teater yang mengajak sekretaris desa, bidan desa dan kader kesehatan di Desa Brangkal ini cukup menarik perhatian masyarakat karena juga menampilkan pertunjukan dari murid sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah setempat.
Bidan Desa Brangkal, Siti Khoiriyah mengungkapkan, acara yang dilakukan ini cukup bagus karena bisa membantu merubah perilaku dan cara berfikir masyarakat di desa tersebut, yang masih mempercayai mitos-mitos yang belum tentu baik untuk kesehatan.
“Dari teater ini masyarakat jadi lebih mudah mengerti, informasi yang disampaikan mudah mengena karena berbeda dari yang pernah ada,” ngkap Siti Khoiriyah.
Pagelaranteater tersebut menjadi penutup kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya di Desa Brangkal Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.
Sebelumnya, telah dilaksanakan tiga acara yakni, pembuatan buku panduan memasak MP-ASI bagi bayi 0 sampai 11 bulan, demo masak MP-ASI dan Lomba masak MP-ASI serta Kajian Islam mengenai Hipertensi pada Ibu hamil.
Sementara, ada 4 program yang dilaksanakan selama PKL, yakni DEMAM ASI, atau Demo masak dan Lomba masak Makanan Pendamping ASI; Pembuatan BAYANGAN atau Buku Sayang Anak) yaitu buku panduan mengenai memasak Makanan Pendamping ASI (MP ASI) bagi ibu-ibu yang mempunyai bayi; ALA KAISAR atau Ala Kajian Islami Anti Hipertensi, yaitu kajian islam mengenai anti hipertensi pada ibu hamil yang mengundang tokoh agama dan kepala Puskesmas Kepohbaru dan terakhir TAMASYA ASI, atau Teater Bersama Masyarakat Anti Hipertensi, yakni teater dengan mengajak bapak sekretaris desa, ibu bidan desa dan kader kesehatan setempat untuk bermain drama. (*/imm)
*) Penulis: Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga Surabaya.












































.md.jpg)






