News Ticker
  • Panggung Hiburan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Bakal Diramaikan Sejumlah Artis Ternama
  • Film Monster Pabrik Rambut, Dobrak Kejenuhan Formula Horor Domestik
  • Mitos Warna Jingga pada Telur Tidak Menjamin Tingginya Kandungan Asam Lemak Sehat
  • Pemkab Blora Gelar Kerja Bakti Bersihkan Kali Grojogan, Libatkan Sekitar 300 Personel
  • 07 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 07 Juni 2026 di Bojonegoro pop
  • Sambut Libur Sekolah KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Diskon Tiket 30 Persen dari Stasiun Bojonegoro
  • Joe Taslim dan Kang Yayan Kembali Beradu Peran dalam Film Internasional The Furious
  • Telur Omega-3 Bukan Berasal dari Ayam Khusus, Begini Penjelasannya
  • Upaya Melestarikan Warisan Budaya, Pemkab Bojonegoro Siap Gelar Wastra Batik Festival 2026
  • 06 Juni dalam Sejarah
  • Prakiran Cuaca 06 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Waspada Jebakan Hidden Sugar, Zat Manis Tersembunyi dalam Kuliner Kekinian yang Memicu Obesitas
  • Harga Bawang dan Gula Alami Lonjakan, Mayoritas Bahan Pangan Nasional Justru Melandai
  • Optimalkan Program Gayatri dan Tekan Angka Anak Putus Sekolah, TP PKK Bojonegoro Turun ke Desa
  • 05 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 05 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Prakiraan Cuaca 05 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Kodim Bojonegoro Gelar Latihan Teknis Teritorial Berbasis Blok Ketahanan Pangan
  • Dua Dekade Gerakkan Ekonomi Jaringan Toko Kelontong di Bojonegoro, SRC Targetkan Perluasan Target Desa
  • Sinergi Lintas Sektor Dorong Kemandirian Ekonomi Pelaku Usaha Disabilitas di Dander
  • Genjot Target 16 Ribu Hektare, Pemkab Bojonegoro Bagikan Benih Tembakau Gratis ke Petani
  • Studi Banding ke Blitar Jadi Momentum DWP Bojonegoro Gali Inovasi Program Kerja
  • Penguatan Kesejahteraan Keluarga Lewat Sinergi PKK dan Layanan Terpadu di Baureno
Gerakan Memanen Air Hujan Diharapkan Jadi Solusi Krisis Air di Kabupaten Bojonegoro

Gerakan Memanen Air Hujan Diharapkan Jadi Solusi Krisis Air di Kabupaten Bojonegoro

 
Bojonegoro - Bupati Bojonegoro terpilih, Setyo Wahono, terus berinovasi dalam mengatasi krisis air bersih yang telah lama melanda beberapa desa di wilayahnya, salah satunya melalui “Gerakan Memanen Air Hujan” yang dimplementasikan melalui Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH).
 
Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH) itu kini menjadi solusi efektif bagi warga Dusun Kramanan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro yang sebelumnya harus membeli atau mengangkut air untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya.
 
 
Gerakan Memanen Air Hujan yang digagas oleh Wahono berawal dari kunjungannya ke Padukuhan Banyumanik, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta pada September 2024 lalu, saat masih berkontestasi dalam Pilkada Bojonegoro.
 
Dengan semakin luasnya penerapan IPAH, diharapkan permasalahan krisis air bersih di Bojonegoro dapat diatasi secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
 
Melihat langsung kesulitan warga dalam mengakses air bersih, Wahono berkomitmen mencari solusi yang tepat. Setelah berkonsultasi dengan Pakar Hidrologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Ing Ir Agus Maryono IPM ASEAN Eng, ia menemukan bahwa IPAH dapat menjadi alternatif terbaik bagi daerah yang mengalami kesulitan sumber air bersih.
 
 
Menindaklanjuti hal tersebut, setelah ditetapkan sebagai Bupati Bojonegoro terpilih, Wahono bersama Wakil Bupati terpilih, Nurul Azizah mengunjungi lokasi best practice IPAH di Padukuhan Banyumanik, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
 
Tak ingin kehilangan momentum, Setyo Wahono segera mengimplementasikan IPAH di beberapa titik di Bojonegoro dengan Dusun Kramanan sebagai proyek percontohan. Sebanyak 30 unit IPAH dipasang di wilayah yang terdampak, didanai secara pribadi oleh Wahono.
 
Kini, hasil dari upaya tersebut mulai terasa. Warga penerima manfaat tidak lagi harus membeli air atau mengangkut air bersih dari tempat lain. Mereka cukup membuka keran IPAH yang telah terpasang di rumah masing-masing untuk mendapatkan air bersih guna keperluan sehari-hari.
 
“Sejak IPAH ini dipasang, kami tidak lagi kesulitan air bersih. Dahulu, bahkan di musim penghujan, kami tetap harus ngangsu (menimba) air. Sekarang, cukup dengan memanfaatkan air hujan, kami bisa memasak tanpa harus khawatir kehabisan air,” ujar Nyamin, Kepala Dusun Kramanan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo. Kamis 06/02/2025).
 
 
 
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu warga penerima manfaat IPAH, Edi Harianto bahwa air dari HIPPAM rasanya asin sehingga hanya dapat digunakan untuk mandi dan sanitasi. Sementara untuk masak, dirinya dulu sangat bergantung pada air beli atau air sumur yang jauh dah debitnya sangat terbatas.
 
“Sekarang saya merasa lebih nyaman menggunakan air dari IPAH ini karena air hujan yang dipanen menggunakan IPAH ini lebih bersih dan layak konsumsi. Kapasitasnya cukup besar, tetapi tetap perlu dihemat karena banyak keperluan,” tutur Edi Harianto.
 
 
 
 
 
Keberhasilan inisiatif ini mendapat perhatian serius dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro.
 
Sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Satito Hadi, Kepala Dinas PU SDA Heri Widodo, Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Laila Nor Aeny, serta perwakilan dari Dinas PMD dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), turun langsung ke Dusun Kramanan untuk melihat praktik baik penerapan IPAH.
 
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas PU SDA Heri Widodo menegaskan bahwa teknologi IPAH merupakan langkah strategis dalam pengelolaan air, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga sektor pertanian dan lingkungan.
 
“Kami terus berupaya memperluas penerapan teknologi ini agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” ujar Heri Widodo.
 
 

Sejumlah Kepala OPD Pemkab Bojonegoro saat kunjungi Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH) di Dusun Kramanan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. (Aset: Istimewa)

 
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Laila Nor Aeny, menambahkan bahwa IPAH juga berperan penting dalam mitigasi bencana kekeringan dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi.
 
“Dengan adanya sistem ini, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi ekstrem akibat perubahan iklim,” kata Laila Nor Aeny.
 
Selain sebagai solusi jangka pendek dalam memenuhi kebutuhan air bersih, program ini juga berpotensi menjadi solusi jangka menengah-panjang dengan menginjeksikan air hujan yang dipanen ke dalam tanah. Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan program ini dapat menciptakan sumber air baru yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat.
 
Sebagai tindak lanjut, dinas-dinas terkait berkomitmen untuk terus mengawal program ini dan meningkatkan sinergi dalam upaya pengelolaan sumber daya air.
 
“Ke depan, kami akan mengkaji kemungkinan pengembangan IPAH dengan tambahan teknologi injeksi air limpasan ke dalam lapisan tanah serta memperluas cakupan penerima manfaat,” tutur Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Satito Hadi.
 
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam Gerakan Memanen Air Hujan demi masa depan yang lebih baik. (red/imm).
 
 
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Monster Pabrik Rambut, Dobrak Kejenuhan Formula Horor Domestik

Film Monster Pabrik Rambut, Dobrak Kejenuhan Formula Horor Domestik

Ranah sinema genre cekam tanah air kembali dikejutkan oleh keberanian sutradara Edwin melalui buah karya sinematik terbarunya yang bertajuk Monster ...

1780853731.4924 at start, 1780853732.0974 at end, 0.60498881340027 sec elapsed