Revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro Usung Konsep Modern dan Fungsional, Anggaran Sebesar Rp 28 M
Selasa, 20 Januari 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dipastikan akan memberikan sentuhan baru pada ikon pusat kota yaitu Alun Alun Bojonegoro pada tahun 2026 ini. Langkah strategis tersebut diambil dengan mengalokasikan anggaran sebesar 28 miliar rupiah guna memperbarui fungsi ruang publik tersebut agar lebih terintegrasi dengan berbagai fasilitas publik di sekitarnya.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, menjelaskan bahwa proyek revitalisasi ini tidak dilakukan dengan cara pembongkaran total. Kebijakan yang diambil adalah penataan ulang yang signifikan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berkunjung. Upaya ini selaras dengan aspirasi warga serta arahan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah yang menginginkan wajah kota lebih modern tanpa meninggalkan peran sosial dan ekonomi lokal.
Dalam perencanaannya, Pemkab sangat memperhatikan aspek historis yang menghubungkan antara Masjid Agung Darussalam, Alun Alun, Pendopo Malowopati, hingga keberadaan Pasar Kota.
"Oleh karena itu, diperlukan penataan yang komprehensif agar semua elemen tersebut tetap sinkron. Selain aspek estetika, fungsi sosial seperti penataan lahan parkir dan sentralisasi pedagang kaki lima juga menjadi perhatian utama dalam proyek ini," kata Tito, Senin (19/01/2026).
Tidak hanya soal infrastruktur fisik, fungsi Ruang Terbuka Hijau juga tetap dijaga untuk menjamin kualitas udara dan ketersediaan ruang sehat bagi warga. Sebelumnya, pada tahun 2025, tahapan awal berupa pembuatan masterplan atau rencana induk strategis telah diselesaikan. Dokumen tersebut mencakup visi pengembangan jangka panjang yang merangkum tata ruang, infrastruktur, hingga alokasi pendanaan secara detail.
Pengerjaan fisik revitalisasi ini diproyeksikan akan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2026. Satito Hadi menekankan bahwa Alun Alun merupakan wajah dari sebuah kota, sehingga fokus utama pemerintah adalah menjadikannya lebih representatif. Pihaknya berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar proses penataan ulang ini berjalan lancar sehingga Alun Alun Bojonegoro menjadi tempat yang ideal untuk bersantai maupun beraktivitas sosial.
Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk memantau proses pengerjaan secara ketat agar fungsi ruang publik tetap terjaga selama masa perbaikan. Revitalisasi ini diharapkan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan ruang publik berkualitas tinggi di tengah kota bagi seluruh masyarakat Bojonegoro.(red/toh)































.md.jpg)






