Masalah Kependudukan
Butuh Sinergitas untuk Menghadapi Ledakan Usia Produktif
Jumat, 19 Agustus 2016 17:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kota - Koalisi Muda Kependudukan (KMK) kembali menyoroti permasalahan bidang kependudukan. Menurut para aktivis mahasiswa bidang kependudukan saat ini diperlukan adanya sinergitas dalam pengentasan masalah kependudukan, terutama terkait meledaknya usia produktif.
Ketua Koalisi Muda Kependudukan (KMK) Kabupaten Bojonegoro Iwan Zuhdi, mengatakan, permasalahan kependudukan merupakan masalah bersama, perlu sinergitas antara pemangku kebijakan dan masyarakat pada umumnya.
"Masalah kependudukan sangat kompleks, apalagi Bojonegoro mulai dikenal dengan kota kaya minyak. Tentu perlu diwaspadai mulai dari isu kemiskinan, ketahanan pangan, pendidikan, rasio gini, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu perlu sinergitas kita bersama," kata Iwan yang juga anggota KMK Provinsi Jawa timur itu.
Ia menambahkan, pada tahun ini angka usia produktif mulai meningkat (bonus demografi). Jika tidak bisa memikirkan dan mengaturnya sedemikian rupa, bonus tersebut akan menjadi petaka.
Saat disinggung apakah di Bojonegoro sudah melakukan penyelesaian mengenai masalah tersebut, Iwan mengatakan, Bojonegoro sudah cukup baik.
"Menurut saya ada satu desain besar untuk meminimalisir kemungkinan itu. Bojonegoro sudah memulainya menurut saya," katanya usai acara di ruang Hangguripan 303 Kampus Unair Surabaya.
Sebelumnya digelar Sosialisasi dan Deminasi Kebijakan atau Strategi Pengendalian Penduduk yang dikemas dalam bentuk seminar dan rakerda Koalisi Kependudukan Provinsi Jawa Timur di Kantor Universitas Airlangga (Kampus C) Surabaya, Kamis (18/08/2016) kemarin. Acara tersebut diprakarsai oleh BKKBN Provinsi Jawa Timur.
Dalam seminar tersebut tampak hadir beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten/Kota terkait se-Jawa Timur, pengurus Koalisi Kependudukan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, dan pengurus Koalisi Muda Kependudukan (KMK) Provinsi Jawa Timur.
Berikutnya hadir pula, pengurus Koalisi Muda Kependudukan (KMK) Kabupaten Bojonegoro, dan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kependudukan dari Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jember, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Unigoro Bojonegoro. (pin/tap)












































.md.jpg)






