Hari Kedua Festival HAM di Bojonegoro
3 Bupati Paparkan Praktik Pancasila dan Pemerintahan Daerah
Kamis, 01 Desember 2016 10:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Bojonegoro Kota - Hari kedua pelaksanaan Festival HAM di Kabupaten Bojonegoro dihadiri oleh sejumlah pemimpin daerah. Acara bertemakan "Praktik Pancasila dan Pemerintahan Daerah" ini dilaksanakan di Ruang Partnership Lantai 4 Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (1/12/2016) pagi.
Tampak hadir Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, dan Haili Hasan dari Setara Institut. Sebelum paparan dari para pemimpin daerah itu, Sahat K Panggabean memaparkan hasil survei Human Right City Index.
Menurut Sahat, ada 12 konsep identifikasi faktor Human Rights City yakni semua warga kota berhak menikmati ruang perkotaan dan manfaat kota, pengelolaan kota akan dilakukan melalui metode dan mekanisme partisipasi, semua warga berhak memperoleh rasa aman dari berbagai gangguan dan lainnya.
"Dari 27 kota yang disurvei oleh INFID terkait Human Rights City, Bojonegoro menduduki peringkat teratas," kata Sahat K Penggabean.
Selain itu INFID juga melakukan penelitian terhadap potensi desa di Indonesia. Pada peringkat satu diraih oleh Jakarta Utara, sedangkan peringkat terendah diduduki oleh Nduga, Papua.
"Tinggi rendahnya skor potensi desa dipengaruhi oleh tingginya angka kriminalitas, kemiskinan, jumlah disabilitas, ketiadaan listrik kasus penyakit. Rendahnya Indeks Pembangunan Manusia, maka bisa dipastikan Human Right City-nya juga rendah," jelasnya.
Namun, tingginya Indeks Pembangunan Manusia belum tentu juga Human Rights City0-nya tinggi. "Sebab potensi desa belum sepenuhnya teraktualisasi dalam ketersediaan komponen komponen Human Rights City," pungkasnya. (ver/tap)












































.md.jpg)






