Pengungsian
Dapur Umum Disnakertransos Siapkan 1.000 Bungkus Nasi Setiap Hari
Jumat, 02 Desember 2016 17:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Bojonegoro Kota - Hampir seminggu ratusan korban banjir luapan Sungai Bengawan Solo tinggal di tempat pengungsian. Mereka membawa serta anak dan keluarga untuk menjauh dari banjir. Mereka rela berbondong-bondong meninggalkan rumah, karena rumah yang selama ini didiami telah terendam.
Menghadapi serbuan pengungsi itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro telah menyiapkan beberapa titik pengungsian sekaligus dapur umum.
Salah satunya pengungsian dan dapur umum di Gedung Serbaguna, Jalan KH Mas Mansyur, Kota Bojonegoro. Sasaran dari dapur umum di Gedung Serbaguna ini meliputi wilayah Kelurahan Ledok Kulon, Jetak, Kalirejo, dan Semanding.
Kabid Sosial dan Rehabilitasi Disnakertransos Bojonegoro Dwi Herningsing, menyatakan, dapur umum sudah didirikan sejak Sabtu, 27 November 2016. "Setiap harinya, dapur umum ini menyediakan 1.000 bungkus nasi untuk para korban banjir yang ada di Gedung Serbaguna ini," ujarnya.

Seribu bungkus nasi ini digunakan untuk makan siang dan makan malam. Sedangkan untuk makan pagi ada jatah dari dapur komunitas. Tercatat di Bojonegoro saat ini ada 12 dapur komunitas.
Seiring bertambahnya tinggi muka air Bengawan Solo, maka bertambah pula daerah yang terkena dampak dari luapan sungai. "Saat ini Gedung Serbaguna sudah dihuni lebih dari 300 orang," lanjutnya.
Untuk wilayah lain, Dwi menyebutkan, pihaknya menyalurkan bahan mentah seperti beras, mie instan, dan lainnya ke beberapa dapur umum. Nanti mereka sendiri yang akan mengolah makanan tersebut. (ver/tap)












































.md.jpg)






