Banjir Surut, Pembangunan Jembatan Trucuk Dilanjutkan Kembali
Sabtu, 03 Desember 2016 12:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Tiga hari terhenti akibat Sungai Bengawan Solo meluap, kini proyek pembangunan Jembatan Bojonegoro-Trucuk mulai beraktivitas lagi.
Sejak Rabu, 1 Desember 2016, lalu pengerjaan jembatan penghubung Kecamatan Bojonegoro dengan Kecamatan Trucuk ini memang sengaja dihentikan. Karena kondisi Bengawan Solo saat itu kurang bersahabat.
"Saat ini pekerja proyek sibuk membersihkan sisa lumpur banjir dari Bengawan Solo. Sehingga nanti alat berat bisa masuk, juga barang untuk perlengkapan pembangunan Jembatan Trucuk bisa masuk ke area proyek," ujar Agung, selaku mandor pembangunan Jembatan Trucuk, Sabtu (3/12/2016).
Kalau air bengawan terus surut dan kembali normal, imbuhnya, pengerjaan Jembatan Bojonegoro-Trucuk itu akan dimulai lagi pada Senin, 5 Desember 2016, pekan depan.
"Berhentinya pekerjaan Jembatan Trucuk kemarin karena air Bengawan Solo tinggi dan memenuhi area proyek, sehingga pekerjaan ditunda sementara," jelasnya.
Menurut Agung, kerap tertundanya pekerjaan karena naiknya tinggi muka air bengawan, kemungkinan besar mengganggu target penyelesaian. Pekerjaan akan molor, tak sesuai batas waktu yang telah ditentukan pemilik proyek.
"Namun kami berusaha sesuai jadwal, meski dengan menambah jam kerja menjadi dua shift, yakni siang dan malam," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Jembatan Trucuk Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro Wadjiman, mengatakan, memang sesuai jadwal, pembangunan Jembatan Trucuk tahap pertama harus selesai akhir Desember ini. "Namun jika belum selesai akan diberikan keringanan selama 15 hari," ucapnya. (mol/tap)
*) Foto dua polisi tengah berjaga di depan doorlat proyek jembatan trucuk












































.md.jpg)






