428 Warga Bojonegoro Terserang Penyakit Akibat Banjir
Sabtu, 03 Desember 2016 16:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mencatat ada 428 warga yang terserang penyakit akibat banjir yang melanda mulai dari 27 November sampai 2 Desember kemarin.
Kasi Pelayanan Masyarakat Dinkes Bojonegoro Dwi Setyorini mengatakan, jumlah tersebut tercatat dari setiap Posko Kesehatan Dinkes yang didirikan di setiap desa terdampak banjir dari wilayah barat hingga timur. “Penyakit yang dialami warga terdampak banjir ini yakni gatal gatal, myalgia, commond cold, cephalgia, hipertensi, gastritis, sakit gigi, obs febris, diare, konjungtivitis, dan nyeri telinga,” ujar Dwi Setyorini.
Baca berita Dinkes Bojonegoro Dirikan Posko Kesehatan Selama Banjir
Jumlah itu masih bisa bertambah, sebab untuk hari ini belum tercatat, padahal keluhan masyarakat masih ada. “Posko kesehatan belum melaporkan keluhan dari masyarakat dan warga yang memeriksakan diri (hari ini),” katanya.
Menurutnya, sejauh ini mayoritas keluhan kesehatan yang dirasakan pasien berupa gatal-gatal, demam, batuk pilek dan luka akibat tergores benda tajam. Keluhan tersebut muncul setelah rumah mereka terendam banjir dengan ketinggian 1 - 4 meter akibat luapan banjir Bengawan Solo beberapa hari terakhir ini.
Jumlah pasien tersebut tercatat mengalami lonjakan sejak musibah banjir berlangsung lalu. "Sejak banjir berlangsung, rata-rata pasien yang diperiksa berkisar 80-100 orang per hari. Namun yang kami catat pasien yang mengalami sakit kalau hanya sakit linu dan pegel tidak kami catat,” katanya.
Sejauh ini belum ada satu pasien pun yang dirujuk ke rumah sakit terdekat karena seluruhnya masih dapat ditangani dengan baik oleh posko. "Pasien pun semuanya masih bisa diatasi, tidak ada yang sampai dirujuk ke rumah sakit," ujarnya. (mol/moha)












































.md.jpg)






