Festival Bengawan Bojonegoro 2015
Ider-Ider, Ritual Rasa Syukur di Tengah Sungai
Rabu, 16 September 2015 18:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota - Salah satu rangkaian dari Festival Bengawan Bojonegoro 2015 adalah ritual ider-ider. Besok, Kamis (17/09), ritual yang sudah jarang dilakukan ini akan dihelat di Bengawan Solo, tepatnya di aliran sungai wilayah Bendungan Gerak.
Ider-ider ini adalah bentuk rasa syukur kehadirat Tuhan atas segala karunia yang diberikan. Pelaksanaan ritual besok ini melibatkan tokoh spiritual agar tidak terkesan seremonial dan asal-asalan. Yang dilibatkan sebagai tokoh spritual adalah seorang paranormal dari Kabupaten Pasuruan, Ki Adam Majintam.
"Pelaksanaan ritual atau ider-ider sangat berbeda," ujar spiritual Ki Adam Majintam saat ditemui beritabojonegoro.com (BBC).
Ki Adam Majintam adalah putra dari Gunung Tengger Pasuruan. Dia menjelaskan, acara akan dimulai pukul 12.00 WIB. Selain itu, juga akan dilaksanakan tasyakuran di pinggir bengawan pada pukul 14.00 WIB.
Pelaksanaan ritual ider-ider akan dimulai setelah ashar sekitar pukul 15.00 WIB dengan melibatkan pengamanan dari BPBD sebagai upaya antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Dinas perhubungan juga dilibatkan dalam acara ini. Ider-ider akan dilakukan di tengah bengawan dengan menaiki perahu.
Ki Adam menambahkan bahwa ider-ider ini pasti menarik bagi masyarakat sehingga dipastikan besok akan ramai. Khususnya masyarakat yang ada di bantaran Bengawan Solo. Hanya saja, ritual ini tidak bisa diikuti oleh perempuan.
"Kegiatan ider-ider hanya bisa diikuti orang laki-laki saja. Jika ada orang perempuan, dikhawatirkan ada kejadian yang tak diinginkan," katanya penuh penekanan. (nam/moha)






































