News Ticker
  • Banjir Bandang Terjang 2 Desa di Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Ratusan Rumah Warga Tergenang
  • PT KAI Layani 5.040 Penumpang Lebaran 2026 di Stasiun Bojonegoro, Berikut Panduan Beli Tiketnya
  • Diduga Sesak Napas Kambuh, Seorang Kakek Warga Pati Meninggal saat Beli Semangka di Balen, Bojonegoro
  • Inflasi Bojonegoro Januari 2026 Terkendali, Harga Barang & Jasa Relatif Stabil
  • Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Alsintan Modern ke Petani
  • Rekomendasi AC LG 1/2 PK, Hemat Listrik dan Pendinginan Maksimal
  • Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Avanza di Kapas, Bojonegoro Tabrak Motor, 2 Orang Luka-Luka
  • PT KAI Catat Pertumbuhan Pelanggan Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Meningkat 13 Persen pada 2025
  • Naik Rp 102.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 2.946.000 per Gram
  • 4 Januari dalam Sejarah
  • Diterjang Angin, Atap Gedung Pondok Pesantren Hidayatullah di Trucuk, Bojonegoro Roboh
  • Pemkab Bojonegoro Perluas Program KOLEGA, Ratusan KPM Terima Bantuan Budidaya Lele
  • Tertabrak Truk, Pemotor di Dander, Bojonegoro Luka Berat
  • Wakil Bupati Bojonegoro Tinjau Pemasangan Portal Jalan Jembatan TBB
  • 2 Truk 'Adu Banteng' di Sumberrejo, Bojonegoro
  • Netflix Tayangkan Live Konser BTS 'ARIRANG' Perdana dari Korea, Bisa Disaksikan Global
  • Khofifah Pimpin Misi Dagang Perdana Jatim–Jateng 2026, Nilai Transaksi Lampaui Rp3,15 Triliun
  • Terlalu Sering Konsumsi Mi Instan Berisiko Ganggu Kesehatan, Ini Dampaknya
  • Harga Emas Antam Hari Ini Merosot Tajam Rp 183.000 jadi Rp 2.844.000 per Gram
  • 3 Januari dalam Sejarah
  • Diduga Karena Lapuk Dimakan Usia, Rumah Warga Purwosari, Bojonegoro Roboh
  • Rangkaian Peringatan 1 Abad NU, PCNU Bojonegoro Agendakan Ziarah Makam Para Pendiri
  • Pemkab Bojonegoro Pastikan Korban Kebakaran Dapur SPPG di Baureno, Dapat Perawatan Intensif
  • Aisyiyah Bojonegoro gelar Pelatihan Konselor, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Berharap Pelayanan Kesehatan di Bojonegoro Semakin Baik

Berharap Pelayanan Kesehatan di Bojonegoro Semakin Baik

*Oleh Muhammad Roqib

Tidak ada orang yang mau jatuh sakit. Tetapi, kalau sakit sudah datang, apalagi tergolong parah maka jalan satu-satunya adalah pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Saya termasuk di antara penderita sakit yang sudah tergolong parah itu. Pekerjaan saya sebagai jurnalis dengan mobilitas tinggi sejak 2004 membuat saya sering lupa makan, kurang istirahat, dan pola hidup yang kurang sehat. Saya dulu sewaktu masih bertugas di Surabaya, Malang, Madiun, dan pernah di Jakarta sebentar, dan terakhir di Bojonegoro bekerja seolah tak kenal waktu. Kalau sudah ada kejadian atau peristiwa meski tengah malam sekali pun, kami para jurnalis akan berusaha di tengah-tengah peristiwa itu, meliput, mengumpulkan data, mewancarai narasumber yang berkaitan, dan melaporkannya pada pembaca. Kalau sudah begitu, kami sering lupa makan, sering lupa minum, dan terkadang juga sering lupa keluarga he he. Tugas utama kami adalah melaporkan peristiwa actual secara akurat dari lokasi peristiwa.

Namun, seiring bertambahnya umur, daya tahan tubuh ini menurun juga. Saya akhirnya jatuh sakit sekitar tahun 2013 lalu. Saya keluar masuk rumah sakit. Dokter bilang, saya terkena gangguan saluran pencernaan akibat pola hidup kurang sehat dan sering telat makan. Jaringan lambung rusak.

Semula saya rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Saya bersyukur teman-teman jurnalis di Bojonegoro membantu sehingga saya langsung bisa mendapatkan kamar. Saya lihat, banyak pasien lainnya yang menunggu begitu lama untuk mendapatkan kamar inap. Maklum, rumah sakit ini selalu penuh kelebihan pasien. Akhirnya yang terjadi adalah pasien selalu harus sabar mengantre lama untuk mendapatkan penanganan apalagi pasien yang menempati ruangan kelas tiga yang memakai fasilitas jamkesmas atau jamkesda.

Saya kemudian harus menjalani pemeriksaan lab, CT Scan, dan lainnya. Tetapi, seperti pasien lainnya meski sudah lama berbaring di kamar pasien dan diinfus, dokter spesialis yang menangani juga lama sekali memeriksa. Ini juga maklum, lantaran RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo ini kekurangan dokter spesialis. Belum lagi, dokter spesialis itu praktek di tiga rumah sakit yaitu RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Padangan, dan RSUD Sumberejo. Jadi, sebagai pasien harus ekstra sabar kalau ingin ditangani dokter spesialis. Sebab, antara jumlah dokter spesialis yang ada dengan jumlah pasien yang harus ditangani sama sekali tak sebanding. Lihat saja ketika dokter spesialis itu buka praktek di rumah, antrean panjang pasien pun selalu terlihat.

Setelah seminggu dirawat di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, saya diperbolehkan pulang. Saya menjalani rawat jalan. Namun, selang sebulan kemudian, saya kambuh lagi dan akhirnya dilarikan ke RSUD Padangan. Namun, pelayanan di rumah sakit ini menurut saya kurang memuaskan. Pelayanan perawat dan dokter yang menanganinya kurang ramah. Peralatan medisnya juga tidak lengkap. Maklum saja kalau banyak pasien di daerah barat Bojonegoro ini sering memilih berobat ke rumah sakit swasta di Cepu ketimbang ke rumah sakit Padangan ini. Selama beberapa hari rawat inap di rumah sakit Padangan ini, saya tak diperiksa oleh dokter spesialis sekali pun. Saya akhirnya minta pulang.

Atas saran pimpinan tempat saya bekerja, saya disarankan berobat saja ke Surabaya. Setelah saya pertimbangkan, saya akhirnya nekat berobat ke Rumah Sakit Siloam Surabaya. Ternyata memang, pelayanan dan penanganannya sangat ramah dan cepat. Setelah masuk ke ruangan rawat inap, dokter spesialis langsung memeriksa dan mengobrol keluhan yang saya alami. Perawatnya juga sangat ramah. Suasana yang dibangun penuh keakraban dan senyuman ini rupanya ikut membantu mengobati pasien, sekaligus menenangkan keluarga pasien yang menunggu.

Saya kembali menjalani pemeriksaan lab dan juga endoskopi. Dokter spesialis yang menangani saya kemudian memberi obat dan kondisi saya berangsur membaik. Seminggu saya rawat inap di rumah sakit itu dan akhirnya diperbolehkan pulang.

Dokter spesialis itu meski pun juga super sibuk dan menangani banyak pasien, ia tidak pelit berkomunikasi atau konsultasi dengan pasien. Beberapa kali saya telepon atau hubungi lewat pesan pendek mengenai keluhan yang rasakan, ia langsung member balasan pesan dan menelepon. Ia memberi resep obat yang bisa saya beli di apotik. Saya juga disarankan agar menjaga pola makan, pola hidup sehat, dan rutin untuk kontrol. Beberapa hari lalu saya kembali periksa ke dokter spesialis yang dia bercerita dulu juga menangani mantan Bupati Bojonegoro, Santoso, ini di Surabaya. Saya diantar dua teman baik saya. Saya periksa malam hari dan pasien atau keluarga pasien yang menunggu disuguhi teh dan roti gratis. Perawatnya juga ramah melayani dan menangani pasien, meski pun pasiennya juga banyak.

Saya jadi berpikir, seandainya pelayanan pasien di rumah sakit di Bojonegoro seperti di Surabaya ini, saya tidak perlu jauh-jauh ke Surabaya. Saya berpikir pula, mungkin karena tenaga dokter dan tenaga medis di Bojonegoro tidak sebanding dengan pasien sehingga pelayanan kurang maksimal. Bisa jadi pula, dokter dan tenaga medis kewalahan menangani pasien sementara kesejahteraan yang diberikan kurang sebanding. Tetapi saya pikir pula, APBD Bojonegoro kan cukup besar, pada 2015 ini saja APBD Bojonegoro mencapai Rp3,8 triliun dan sebagian besar anggaran dipakai untuk sektor pendidikan dan kesehatan.

Saya jadi berpikir pula, mengapa banyak pasien di daerah barat Bojonegoro memilih berobat ke rumah sakit swasta di Cepu, pasien di daerah timur Bojonegoro memilih berobat ke rumah sakit swasta di Lamongan, dan pasien di daerah selatan Bojonegoro banyak memilih berobat ke rumah sakit di Caruban, Madiun. Saya berpikir, sepertinya ada yang perlu dibenahi dalam pelayanan kesehatan di Bojonegoro mulai di tingkat Polindes, Puskesmas, hingga rumah sakit. Memang, sudah ada alur rujukan agar pasien ringan bisa ditangani di Polindes dan Puskesmas, tetapi pasien yang agak parah dirujuk ke rumah sakit. Ada banyak pula rumah sakit swasta di Bojonegoro yang kini sudah berdiri. Tetapi, sepertinya duit yang banyak dari sektor migas di Bojonegoro ini memang belum banyak memberi dampak peningkatan pelayanan kesehatan di Bojonegoro. Saya berharap semoga ke depan pelayanan kesehatan di Bojonegoro semakin baik. Salam.

Foto suasana pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Siloam Surabaya

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Global Geoparks Network Association Kunjungi Sejumlah Geosite di Bojonegoro

Berita Video

Global Geoparks Network Association Kunjungi Sejumlah Geosite di Bojonegoro

Bojonegoro - Tim dari Global Geoparks Network (GGN) Association, selaku assessor UNESCO Global Geoparks (UGGp), laksanakan kunjungan atau verifikasi lapangan ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Berita Foto

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

Hiburan

Netflix Tayangkan Live Konser BTS 'ARIRANG' Perdana dari Korea, Bisa Disaksikan Global

Netflix Tayangkan Live Konser BTS 'ARIRANG' Perdana dari Korea, Bisa Disaksikan Global

Netflix bersama HYBE mengumumkan akan menayangkan konser live BTS bertajuk BTS THE COMEBACK LIVE | ARIRANG pada 21 Maret 2026. ...

1770254727.5867 at start, 1770254727.8646 at end, 0.27794599533081 sec elapsed