News Ticker
  • Hendak Putar Balik, Motor Tertabrak Mobil Pikap di Tuban, Pengendara Motor Tewas di TKP
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Lantik Bupati dan Wakil Bupati Tuban
  • Inilah Juara Turnamen Esports Kabupaten Bojonegoro 2021
  • Baru Terbentuk, Cabang Olahraga Esports Bojonegoro Gelar Turnamen Perdana
  • Bupati Bojonegoro Terbitkan Surat Edaran Imbauan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
  • Petani di Desa Kunci, Dander, Bojonegoro Keluhkan Harga Gabah yang Terus Anjlok
  • Gandeng Perguruan Silat, Polres Bojonegoro Gelar Deklarasi 'Pendekar Lawan COVID-19'
  • Bupati Blora Minta Rumah Sakit Jangan Tolak Pasien COVID-19 dengan Alasan Penuh
  • Wakil Bupati Bojonegoro Minta Dilakukan Sinkronisasi Data Pasien Positif COVID-19
  • Komisi B DPRD Bojonegoro Kunjungi Bendungan Gongseng yang Telah Selesai Dibangun
  • Diduga Kurang Konsentrasi, Pikap Tabrak Motor di Tuban, 2 Orang Pengendara Motor Luka-luka
  • Polres Bojonegoro Bagikan Ratusan Paket Sembako pada Tenaga Kesehatan COVID-19
  • Meski Air Sungai Bengawan Solo Diduga Tercemar, PDAM Bojonegoro Masih Aman Dikonsumsi
  • Sambut Hari Bhayangkara, Polres Bojonegoro Gelar Donor Darah
  • Kementerian Pertanian Apresiasi Keberhasilan Riset Pengembangan Padi di Blora
  • Pecah Ban, Mobil Vios di Balen, Bojonegoro, Tabrak Tembok Jembatan dan Motor hingga Terguling
  • Bupati Bojonegoro Minta Seluruh Lapisan Masyarakat Waspada Adanya Virus Corona Varian Baru
  • 45 Orang di Sambong, Blora, Terpapar COVID-19, Petugas Gabungan Gencarkan Tindakan Pencegahan
  • Setubuhi Cucunya hingga Hamil, Kakek di Tuban Ditangkap Polisi
  • Dirut Perhutani Dukung Pemkab Blora Kembangkan Wisata Hutan
  • Wabup Bojonegoro Harap Kampung Tangguh Bersih Narkoba Bisa Tekan Penyalahgunaan Narkotika
  • Polres Bojonegoro Launching Kampung Tangguh Bersih Narkoba
  • Kisah 'Manusia Silver' di Tuban, Rela Main Petak Umpet Hindari Razia Aparat demi Menyambung Hidup

Tidak Ingin Terciduk, Bijaklah Bermedsos

*Oleh Imam Nurcahyo

SATU lagi, warga Bojonegoro dilaporkan telah melakukan tindak pidana ujaran kebencian (hate speech) dan atau pencemaran nama baik melalui media sosial, sehingga pada Minggu (24/09/2017) kemarin, pelaku diamankan polisi. Jika anda tidak ingin terciduk seperti yang dialami pelaku tersebut, maka bijaklah saat menggunakan media sosial (medsos).

Di Bojonegoro, berdasarkan data dari kepolisian, pada tahun 2017 ini setidaknya terdapat 5 (lima) kasus ujaran kebencian (hate speech) atau pencemaran nama baik yang sempat dilaporkan dan pelakunya diamankan polisi, meskipun tidak semua perkaranya diajukan ke pengadilan karena beberapa alasan, diantaranya dilakukan mediasi atau alternative dispute resolution (ADR) dan atau diversi.

Sedangkan di tahun sebelumnya atau tahun 2016, terdapat 1 (satu) kasus ujaran kebencian (hate speech) atau pencemaran nama baik, yang diproses hingga ke persidangan dan tersangkanya saat itu oleh pengadilan dinyatakan bersalah serta divonis hukuman penjara.

Kasus yang terbaru di Bojonegoro terjadi pada Minggu (24/09/2017), seorang remaja berinisial AR (19), warga Dusun Tanjungharjo Desa Tanjungharjo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, pemilik akun Facebook “Rochim She Ibliz LagiDepresy (Madara Uciha)”, dilaporkan telah mencemarkan nama baik dan atau melakukan tindak pidana ujaran kebencian terhadap institusi polri melalui akun facebook miliknya, sehingga pada Minggu (24/09/2017) pukul 03.00 WIB, ditangkap dirumahnya oleh Tim Resmob Sat Reskrim Polres Bojonegoro.

Baca: Lagi, Polres Bojonegoro Ciduk Pelaku Penyebar Ujaran Kebencian

 

Melalui tulisan ini, penulis ingin menyampaikan beberapa hal terkait ujaran kebencian (hate speech), meskipun penulis bukan ahli hukum, namun penulis berupaya mendapatkan referansi dan rujukan dari berbagai sumber serta aturan hukum yang berlaku. Dengan harapan, ke depan nanti tidak terjadi lagi penagkapan terhadap pelaku ujaran kebencian (hate speech) dan atau pencemaran nama baik, khususnya melalui media sosial.

Ujaran kebencian (hate speech) adalah tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain dalam hal berbagai aspek seperti ras, warna kulit, gender, cacat, orientasi seksual, kewarganegaraan, agama dan lain-lain.

Dalam arti hukum, ujaran kebencian (hate speech) adalah perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan dan sikap prasangka entah dari pihak pelaku pernyataan tersebut ataupun korban dari tindakan tersebut.

Di dalam surat Edaran Kapolri NOMOR SE/06/X/2015 tentang Ujaran Kebencian (Hate Speech) dijelaskan pengertian tentang ujaran kebencian (hate speech) dapat berupa tindak pidana yang di atur dalam KUHP dan ketentuan pidana lainnya di luar KUHP, yang berbentuk antara lain, (1). Penghinaan; (2). Pencemaran nama baik; (3). Penistaan; (4). Perbuatan tidak menyenangkan; (5). Memprovokasi; (6). Menghasut dan (7). Menyebarkan berita bohong.

Sementara, sarana atau saluran yang dipergunakan dalam melontarkan ujaran kebencian (hate speech) dapat melalui ucapan langsung atau melalui media, baik itu media cetak, elektronik maupun online. Khusus untuk media online, diantaranya dapat melalui website, blog  dan media sosial (medsos).

Ujaran kebencian (hate speech) sebagaimana dimaksud diatas dapat dilakukan melalui berbagai media, antara lain, (1). Dalam Orasi kegiatan kampanye; (2). Spanduk atau banner; (3). Jejaring media sosial; (4). Penyampaian pendapat di muka umum (unjuk-rasa); (5). Ceramah keagamaan; (6). Media masa cetak atau elektronik dan (7). Pamflet.

 

Ada hal penting yang perlu diketahui bahwa dalam penanganan kasus-kasus ujaran kebencian (hate speech), proses hukumnya termasuk dalam jenis delik aduan dan bukan delik biasa.

Dalam delik biasa, suatu perkara dapat diproses tanpa adanya persetujuan dari yang dirugikan (korban). Jadi, walaupun korban telah mencabut laporannya kepada pihak yang berwenang, penyidik tetap berkewajiban untuk memproses perkara tersebut.

Sedangkan delik aduan artinya delik yang hanya bisa diproses apabila ada pengaduan atau laporan dari orang yang menjadi korban tindak pidana. Dalam delik aduan penuntutan terhadap delik tersebut digantungkan pada persetujuan dari yang dirugikan (korban). Pada delik aduan ini, korban tindak pidana dapat mencabut laporannya kepada pihak yang berwenang apabila di antara mereka telah terjadi suatu perdamaian.

Dengan kata lain, jika pihak yang dirugikan (korban) tidak mengadukan perkara tersebut, maka penyidik tidak dapat memproses perkara tersebut.

 

Berikut akan dijelaskan mengenai beberapa perbuatan yang termasuk dalam ujaran kebencian (hate speech).

(1). Penghinaan: Menghina adalah Menyerang kehormatan dan nama baik seseorang. Yang diserang ini biasanya merasa malu. Objek penghinaan adalah berupa rasa harga diri atau martabat mengenai kehormatan dan mengenai nama baik orang baik bersifat individual ataupun komunal (kelompok).

(2). Pencemaran Nama Baik: Pengertian Pencemaran Nama Baik dalam KUHP dikenal juga pencemaran nama baik (defamation) ialah tindakan mencemarkan nama baik atau kehormatan seseorang melalui cara menyatakan sesuatu baik secara lisan maupun tulisan.

(3). Penistaan: Penistaan adalah suatu perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan dan sikap prasangka entah dari pihak pelaku pernyataan tersebut ataupun korban dari tindakan tersebut, sedangkan menurut Pasal 310 ayat (1) KUHP Penistaan adalah Suatu perbuatan yang dilakukan dengan cara menuduh seseorang ataupun kelompok telah melakukan perbuatan tertentu dengan maksud agar tuduhan itu tersiar (diketahui oleh orang banyak). Perbuatan yang dituduhkan itu tidak perlu suatu perbuatan yang boleh dihukum seperti mencuri, menggelapkan, berzina dan sebagainya. Cukup dengan perbuatan biasa, sudah tentu suatu perbuatan yang memalukan. Sedangkan Penistaan dengan surat di atur di dalam Pasal 310 ayat (2) KUHP. Sebagaimana dijelaskan, apabila tuduhan tersebut dilakukan dengan tulisan (surat) atau gambar, maka kejahatan itu dinamakan menista dengan surat. Jadi seseorang dapat dituntut menurut Pasal ini jika tuduhan atau kata-kata hinaan dilakukan dengan surat atau gambar.

(4). Perbuatan Tidak Menyenangkan: Suatu perlakuan yang menyinggung perasaan orang lain. Sedangkan di dalam KUHP Perbuatan Tidak Menyenangkan di atur pada Pasal 335 ayat (1). Pasal 335 ayat (1): Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

  1. Barangsiapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan suatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, atau memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.
  2. Barang siapa memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan ancaman pencemaran atau pencemaran tertulis.

(5). Memprovokasi: Memprovokasi artinya adalah suatu perbuatan yang dilakukan untuk membangkitkan kemarahan dengan cara menghasut, memancing amarah, kejengkelan dan membuat orang yang terhasut mempunyai pikiran negatif dan emosi.

(6). Menghasut: Menghasut artinya mendorong, mengajak, membangkitkan atau membakar semangat orang supaya berbuat sesuatu. Dalam kata “menghasut” tersimpul sifat ”dengan sengaja”. Menghasut itu lebih keras daripada “memikat” atau “membujuk” akan tetapi bukan “memaksa”. Pidana yang mengatur tentang Hasutan atau Menghasut di atur di Pasal 160 KUHP.

(7). Perbuatan Tidak Menyenangkan: Suatu perlakuan yang menyinggung perasaan orang lain. Sedangkan di dalam KUHP Perbuatan Tidak Menyenangkan di atur pada Pasal 335 ayat (1). Pasal 335 ayat (1): Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

  1. Barangsiapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan suatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, atau memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.
  2. Barang siapa memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan ancaman pencemaran atau pencemaran tertulis.

(8). Menyebarkan Berita Bohong: Menyebarkan Berita Bohong yaitu menyiarkan berita atau kabar dimana ternyata kabar yang disiarkan itu adalah kabar bohong.Yang dipandang sebagai kabar bohong tidak saja memberitahukan suatu kabar kosong, akan tetapi juga menceritakan secara tidak betul suatu kejadian.

 

Undang-undang yang mengatur tentang ujaran kebencian (hate speech)

Hampir semua Negara diseluruh dunia mempunyai undang-undang yang mengatur tentang Ujaran Kebencian (Hate Speech), di Indonesia Pasal-Pasal yang mengatur tindakan tentang ujaran kebencian (hate speech) terhadap seseorang, kelompok ataupun lembaga berdasarkan Surat Edaran Kapolri No: SE/06/X/2015 terdapat di dalam Pasal 156, Pasal 157, Pasal 310, Pasal 311, kemudian Pasal 16 UU No 40 Tahun 2008 tentang penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 28 ayat (1) dan (2)  juncto Pasal 45A ayat (1) dan (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016, tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.

Dalam beberapa kasus, penanganan kasus-kasus ujaran kebencian (hate speech) di dunia maya, para pelaku lebih sering dijerat dengan Pasal 28 ayat (1) dan (2)  juncto Pasal 45A ayat (1) dan (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016, tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.

Karena pasal tersebut merupakan pasal paling kuat bagi tindak pidana penyebaran kebencian di dunia maya di banding pasal-pasal pidana lainnya. Selain itu karena elemennya lebih luas, dengan ancaman pidana yang lebih berat dan secara spesifik mudah menyasar penyebar kebencian berbasis SARA di dunia maya, dibanding UU lainnya. Pasal ini dapat digunakan dalam kasus dugaan penyebar kebencian termasuk juga penyebar hoax di media sosial atau internet.

Adapun bunyi Pasal tersebut adalah sebagai berikut:

Pasal 28

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Pasal 45A

(1) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(2) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

 

Semoga dengan tulisan ini, penulis berharap ke depan nanti tidak terjadi lagi penagkapan terhadap pelaku ujaran kebencian (hate speech) dan atau pencemaran nama baik, khususnya melalui media sosial yang terjadi di wilayah Bojonegoro.

Terlebih lagi jajaran kepolisian saat ini juga telah membentuk tim cyber troops, yang bertugas mengawasi lalu lintas media, baik media konvensional maupun media sosial. Jika diketahui ada pemberitaan atau postingan yang mengandung unsur ujaran kebencian dan pihak yang dirugikan (korban) melaporkan kepada aparat kepolisian, maka tim akan bekerja dan jika tertangkap maka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Ilustrasi: kumparan.com

*) Penulis adalah jurnalis media beritabojongoro.com

 

 

Berita Terkait

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia SIK MM MH, beserta staf dan jajaran sampaikan ucapan Selamat Hari Natal 2020 dan ...

Berita Video

Heboh Seekor Buaya Muncul di Tengah Sawah di Temayang, Bojonegoro

Berita Video

Heboh Seekor Buaya Muncul di Tengah Sawah di Temayang, Bojonegoro

Bojonegoro - Seekor buaya air tawar (crocodylus novaeguinae) ditemukan di tengah sawah Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ...

Teras

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Peristiwa Orang Tersengat Listrik

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Bojonegoro - Berdasarkan data yang di himpun media ini, bahwa sejak Januari 2020 hingga Rabu (14/10/2020) hari ini, di Kabupaen ...

Opini

Tuberkulosis, Sang Monster yang Mematikan

Opini

Tuberkulosis, Sang Monster yang Mematikan

SAYA kali ini mencoba membahas penyakit TBC. Apakah nanti COVID-19 ini akan menjadi penyakit TBC yang sudah ratusan tahun kita ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Cerita Yanuri, Seniman Kentrung asal Blora yang Sepi Tanggapan Selama Pandemi COVID-19

Cerita Yanuri, Seniman Kentrung asal Blora yang Sepi Tanggapan Selama Pandemi COVID-19

Blora - Namanya Yanuri Sutrisno (58), seniman Kentrung asal Desa Sedanggayam, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. Tidak banyak anak muda yang ...

Eksis

Kisah 'Manusia Silver' di Tuban, Rela Main Petak Umpet Hindari Razia Aparat demi Menyambung Hidup

Kisah 'Manusia Silver' di Tuban, Rela Main Petak Umpet Hindari Razia Aparat demi Menyambung Hidup

Tuban - Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai, selain berdampak pada masalah kesehatan juga berdampak pada sektor ekonomi. Tak jarang ...

Berita Foto

Foto: Goa Janggut di Kawasan Hutan Ngorogunung, Bubulan, Bojonegoro

Berita Foto

Foto: Goa Janggut di Kawasan Hutan Ngorogunung, Bubulan, Bojonegoro

Bojonegoro - Goa Janggut memang masih belum banyak dikenal orang. Namun goa ini menyimpan keindahan berupa stalaktit dan stalagmit berusia ...

Feature

Menengok Tradisi Tangkap Ikan 'Memetan' di Desa Sonorejo, Padangan, Bojonegoro

Menengok Tradisi Tangkap Ikan 'Memetan' di Desa Sonorejo, Padangan, Bojonegoro

Bojonegoro - Tradisi unik terus dipertahankan oleh warga masyarakat Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk memupuk kebersamaan ...

Religi

Warga Muhammadiyah Kota Bojonegoro Gelar Salat Gerhana di Masjid At-Taqwa

Warga Muhammadiyah Kota Bojonegoro Gelar Salat Gerhana di Masjid At-Taqwa

Bojonegoro - Jemaah atau warga Muhammadiyah di Kota Bojonegoro, pada Rabu (26/05/2021) malam atau usai sala magrib, menggelar salat gerhana ...

Pelesir

Menengok Potensi Goa Lowo di Kawasan Hutan Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Bojonegoro

Wisata Alam

Menengok Potensi Goa Lowo di Kawasan Hutan Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Bojonegoro

Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro menyimpan potensi wisata alam yang luar biasa, salah satunya adalah Goa Lowo, yang berada di kawasan ...

Hiburan

Peringati Hari Kartini, Pelukis Perempuan Bojonegoro Gelar Pameran Lukisan

Peringati Hari Kartini, Pelukis Perempuan Bojonegoro Gelar Pameran Lukisan

Bojonegoro - Sebanyak 50 lukisan hasil karya seni 16 pelukis perempuan Bojonegoro dan 5 pelukis perempuan dari Solo, Surabaya, dan ...

Statistik

Hari ini

878 kunjungan

1.327 halaman dibuka

59 pengunjung online

Bulan ini

50.970 kunjungan

72.266 halaman dibuka

Tahun ini

560.299 kunjungan

788.872 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 1.041.610

Indonesia: 23.253

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1624250666.6047 at start, 1624250666.7178 at end, 0.11306715011597 sec elapsed