Akibat Angin Kencang
Setiap Dua Hari Terjadi Rumah Roboh Selama November
Minggu, 13 Desember 2015 16:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaen Bojonegoro mencatat rumah warga yang roboh akibat terjangan angin kencang selama November lalu sebanyak 20 unit rumah. Artinya, selama November rata-rata setiap dua hari ada kejadian 1-2 rumah roboh akibat terjangan angin kencang.
"Korban rumah roboh itu tersebar di 19 desa di 11 kecamatan. Tak hanya itu, BPBD juga mencatat angin kencang juga mengakibatkan 44 unit rumah rusak berat, 90 unit rusak sedang, dan 814 unit rusak ringan," tutur Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sukirno kepada beritabojonegoro.com, Jumat (13/12) lalu.
(baca juga: Selama November, Kerugian Materi Akibat Angin Kencang Capai Rp 1,36 Milyar)
Sukirno, mengungkapkan, pada awal musim penghujan tahun ini, hampir setiap hujan turun selalu disertai angin kencang. Kebanyakan rumah roboh terjadi di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro, di antaranya Kecamatan Sekar, Dander, Kedungadem, Ngasem, Ngambon, Kepohbaru, Padangan dan Margomulyo.
"Wilayah tersebut memang rawan terjangan angin kencang, setiap masuk musim penghujan. Ada 23 kejadian bencana angin kencang selama November ini pada 43 desa di 14 kecamatan," ujarnya.
Tidak lupa, dia berpesan, bagi warga masyarakat yang terkena musibah semoga diberi kesabaran dan ketabahan. Sebab, kejadian tersebut adalah bencana dan bisa menimpa siapapun dan dimanapun.
(baca juga: Jangan Berdiam di Rumah Kalau Terjadi Angin Kencang)
"Ke depan masyarakat harus tetap waspada, karena masih ada kemungkinan bencana angin kencang menerjang. Hanya saja diperkirakan intensitas angin kencang menurun, dibanding November," pungkasnya. (mol/tap)































.md.jpg)






